Presiden Prabowo Subianto memberi bocoran bahwa Indonesia tengah mengembangkan produksi bahan bakar berbasis komoditas pertanian, termasuk bensin dari singkong.
Upaya tersebut dilakukan setelah pemerintah meluncurkan biodiesel B50 sebagai bagian dari agenda mewujudkan kemandirian energi nasional.
“Baru beberapa hari yang lalu kami launching B50, solar 50 persen dari kelapa sawit. Mulai bulan ini (pemerintah) tidak lagi impor solar,”
kata Prabowo pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang disiarkan melalui akun Youtube resmi Sekretariat Presiden, dikutip Senin, 13 Juli 2026.
Pengembangan Anyar
Pemerintah kini melanjutkan pengembangan bahan bakar nabati lainnya, termasuk bensin dari kelapa sawit, serta etanol yang berasal dari singkong, jagung, dan sorgum.
“Profesor-profesor (Indonesia) sekarang sedang mengembangkan bensin dari kelapa sawit, etanol dari singkong, dari jagung, dari sorgum,”
ujar dia.
Prabowo optimis beberapa tahun ke depan Indonesia mampu memproduksi bensin berbahan baku tanaman. Ia meyakini langkah tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.
“Saya harap dalam tiga-empat tahun (berikutnya) juga bisa menghasilkan bensin dari tanaman. Berarti petani singkong akan hidup makmur, petani jagung akan hidup makmur, petani-petani di seluruh Indonesia akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan keluarganya,”
tutur Prabowo.

























