Sebuah video yang diunggah akun Instagram @satelitearth pada 11 Juli 2026 menampilkan peta persebaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola sejumlah yayasan di Indonesia.
Dalam unggahan tersebut, @satelitearth memetakan lima yayasan yang disebut memiliki jumlah dapur SPPG terbanyak. Persebarannya membentang dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.
Mulai dari yayasan yang terafiliasi dengan TNI Angkatan Udara, Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Darat Muhammadiyah, hingga Yayasan Kemala Bhayangkari yang disebut memiliki lebih dari seribu dapur SPPG.
Berikut daftar yayasan merujuk pemetaan @satelitearth:
Yayasan Adi Upaya – 80 Dapur SPPG
Posisi kelima ditempati oleh Yayasan Adi Upaya yang disebut memiliki sekitar 80 dapur SPPG di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.
Beberapa di antaranya berlokasi di Kompleks Angkasa Bandara Halim, SPPG Halim Perdanakusuma III, kawasan sekitar Bandara Adi Sutjipto, Jalan Raya Janti, hingga dekat Poltekkes TNI AU.
Dalam video tersebut, Yayasan Adi Upaya disebut merupakan yayasan yang terafiliasi dengan TNI Angkatan Udara.
YPPSDP – 95 Dapur
Di posisi berikutnya terdapat Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP) yang disebut mengelola sekitar 95 dapur SPPG di Yogyakarta, Ponorogo, Kediri, Medan, hingga wilayah lain di Sumatra Utara.
Dalam video tersebut disebut jika yayasan ini memiliki keterkaitan dengan Kementerian Pertahanan.
Yayasan Manunggal Kartika Jaya – 100 Dapur
Urutan ketiga ditempati Yayasan Manunggal Kartika Jaya yang disebut memiliki lebih dari 100 dapur SPPG.
Sebagian besar dapurnya berada di Pulau Jawa. Salah satu yang ditampilkan dalam video adalah dapur SPPG di kawasan Kostrad Sukabumi.
Video itu juga menjelaskan bahwa Yayasan Manunggal Kartika Jaya didirikan oleh Persit Kartika Chandra Kirana sebagai badan hukum untuk mengelola aset dan kegiatan ekonomi yang mendukung kesejahteraan keluarga prajurit.
Muhammadiyah – 200 Dapur SPPG
Posisi kedua ditempati Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah yang disebut mengelola sekitar 200 dapur SPPG.
Keberadaan jaringan sekolah dan lembaga pendidikan Muhammadiyah dinilai memudahkan penyaluran MBG kepada para penerima manfaat.
Salah satu contoh yang ditampilkan dalam video adalah SPPG Leboto di Gorontalo yang lokasinya berdekatan dengan SMK Muhammadiyah. Sementara persebaran dapur Muhammadiyah disebut paling banyak berada di wilayah Jawa Tengah.
Yayasan Kemala Bhayangkari
Posisi pertama ditempati Yayasan Kemala Bhayangkari. Dalam video yang diunggah akun @satelitearth, yayasan ini disebut memiliki lebih dari 1.000 dapur SPPG yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Salah satu yang ditampilkan adalah SPPG Kelapa 52 Polres Merauke.
Yayasan Kemala Bhayangkari merupakan yayasan di bawah organisasi Bhayangkari atau organisasi istri anggota Polri. Kantor pusat yayasan ini berada di Jakarta Selatan dan disebut diresmikan pada 2024.
Keberadaan sejumlah yayasan yang mengelola dapur SPPG juga pernah menjadi sorotan Indonesia Corruption Watch (ICW).
Dalam laporan bertajuk “Ada Siapa di Balik MBG? Politik Patronase untuk Memperkuat Dukungan” yang dirilis pada November 2025, ICW mengungkap hasil penelusuran terhadap 102 yayasan mitra program MBG di 38 provinsi.
Penelusuran dilakukan pada Oktober hingga November 2025 dengan menggunakan data kepengurusan yayasan dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum yang kemudian diverifikasi melalui dokumen publik dan wawancara.
Hasil penelusuran ICW mengelompokkan keterkaitan yayasan mitra MBG ke dalam sembilan kategori, di antaranya afiliasi dengan partai politik, aparat penegak hukum, militer, birokrasi, mantan penyelenggara negara, orang dekat pejabat, hingga pelaku usaha.
Temuan itu mengindikasikan dugaan patronase dalam pelaksanaan program MBG, meski temuan tersebut merupakan hasil kajian lembaga dan bukan merupakan putusan hukum.
Beberapa yayasan yang masuk dalam daftar pemilik dapur SPPG terbanyak versi pemetaan akun @satelitearth, seperti Yayasan Adi Upaya, Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan, Yayasan Manunggal Kartika Jaya, dan Yayasan Kemala Bhayangkari, juga termasuk dalam yayasan yang dibahas dalam laporan ICW. Tiga yayasan pertama memiliki afiliasi dengan unsur militer, sedangkan Yayasan Kemala Bhayangkari disebut memiliki keterkaitan dengan Polri melalui struktur kepengurusannya.




















