Belakangan ini, video yang memperlihatkan puluhan orang berdiri di atas bahu satu sama lain hingga membentuk menara manusia, ramai beredar di media sosial.
Banyak warganet mengira atraksi tersebut merupakan pertunjukan ekstrem, padahal itu adalah Castells, tradisi budaya yang telah diwariskan selama lebih dari dua abad di wilayah Catalonia, Spanyol.
Di balik tampilannya yang menegangkan, Castells menyimpan sejarah panjang dan filosofi tentang solidaritas, gotong royong, serta kepercayaan antarsesama yang telah diwariskan selama ratusan tahun.
Mengenal Tradisi Castells yang Mendunia
Melansir dari laman Edu Smithsonian (11 Mei 2017), Castells adalah tradisi menyusun menara manusia yang berasal dari wilayah Catalonia, Spanyol. Dalam bahasa Katalan, castells berarti “kastel” atau “istana”, tetapi istilah ini merujuk pada formasi manusia yang berdiri di atas bahu satu sama lain hingga membentuk menara bertingkat.
Tradisi ini dilakukan secara berkelompok dengan mengandalkan kekuatan, keseimbangan, teknik, serta rasa saling percaya antaranggota. Semakin tinggi menara yang berhasil dibangun, semakin besar pula tantangan yang harus dihadapi seluruh anggota tim.
Sejarah Tradisi Castells di Catalonia
Tradisi Castells pertama kali didokumentasikan pada tahun 1801 di Tarragona, sebuah wilayah di Catalonia, Spanyol. Pada abad ke-19, tradisi ini berkembang pesat dalam era yang disebut Golden Era of Castells, ketika kelompok-kelompok Castells mampu membangun menara manusia hingga sembilan tingkat.
Namun memasuki awal abad ke-20, Castells mengalami penurunan akibat krisis ekonomi. Jumlah kelompok yang masih aktif terus berkurang hingga hanya tersisa dua kelompok di seluruh Catalonia.
Perkembangannya juga terhambat selama pemerintahan diktator Francisco Franco pada 1939–1975. Pada masa itu, dua kelompok utama Castells dipaksa bergabung sehingga tradisi ini tidak mengalami perkembangan berarti selama beberapa dekade.
Bangkit dan Berkembang di Era Modern
Setelah Spanyol memasuki masa demokrasi, Castells kembali berkembang pesat. Festival rakyat mulai dihidupkan kembali. Tradisi ini juga mengalami banyak perubahan. Jika sebelumnya didominasi laki-laki dan lebih banyak dilakukan di pedesaan, kini perempuan turut menjadi anggota tim dan Castells.
Latihan dilakukan secara rutin dengan teknik yang semakin profesional, sementara banyak kelompok memperoleh dukungan dari pemerintah daerah.
Castells Diakui UNESCO
Berkat nilai budaya, sejarah, dan filosofi yang dimilikinya, tradisi Castells resmi diakui oleh UNESCO sebagai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 16 November 2010. Pengakuan tersebut diberikan dalam Sidang ke-5 Komite Antarpemerintah UNESCO yang berlangsung di Nairobi, Kenya.
Saat ini, tradisi tersebut dipraktikkan oleh sekitar 15.000 orang yang tergabung dalam lebih dari 100 kelompok di seluruh Catalonia. Pengakuan ini menunjukkan bahwa Castells bukan hanya atraksi menegangkan, tetapi juga warisan budaya yang mencerminkan semangat gotong royong.
Filosofi Menara Manusia dari Tradisi Castells
Castells mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, saling percaya, keberanian, serta tanggung jawab. Setiap anggota memiliki peran yang sama penting, mulai dari orang-orang yang membentuk fondasi hingga anak yang berada di puncak menara.
Karena itulah, Castells tidak hanya menjadi simbol identitas budaya masyarakat Catalonia, tetapi juga menggambarkan bahwa sebuah tujuan besar hanya dapat dicapai melalui kerja sama dan kepercayaan antarsesama.





















