Harga emas terus mengalami kenaikan pada tahun ini. Kenaikan ini salah satunya ada pada harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) atau Antam, yang naik Rp23.000 menjadi Rp2.383.000 per gram pada Rabu (15/10/2025).
Berdasarkan situs Logam Mulia, harga emas terkecil 0,5 gram dijual seharga Rp1.241.000, kemudian 5 gram sebesar Rp11.690.000, hingga terbesar 1.000 gram dijual senilai Rp2.323.600.000 atau Rp2,3 miliar.
Sedangkan untuk harga jual kembali alias buyback emas Antam hari ini naik Rp23.000 menjadi Rp2.232.000 per gram.
Adapun berdasarkan PMK Nomor 48 Tahun 2023, konsumen akhir dibebaskan Pajak Penghasilan (PPh) saat membeli emas batangan. Kendati demikian, pengusaha emas wajib memungut PPh 22 sebesar 0,25 persen dari harga jual, atau turun dari aturan sebelumnya sebesar 0,45 persen.
Sementara itu, Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan harga emas dunia pada pagi ini naik sebesar US$4.182 per troy. Dia memperkirakan, pada Oktober ini harga emas bisa saja menguat sebesar US$4.260 per troy ons.
“Kemungkinan besar di bulan November, kemungkinan besar US$4.300 per troy ons,” ujar Ibrahim dalam keterangannya.
Ibrahim menjelaskan, naiknya harga emas ini juga sejalan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, adanya pernyataan Trump yang akan mengenakan tarif 100 persen ke China menjadi penyebab naiknya emas.
“Walaupun sudah dibantah oleh Tiongkok sendiri di Twitter, tetapi kita melihat bahwa candaan Trump itu rupanya serius untuk saat ini. Karena apa? Bahwa Trump terus akan menerapkan biaya impor yang cukup besar terhadap Tiongkok,” katanya.
Tak hanya itu, penyebab naiknya harga emas ini juga didorong oleh kondisi geopolitik. Misalnya di Prancis tengah terjadi krisis politik, ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

