Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026. IHSG menguat tipis 0,04 persen ke level 6.041 dan Rupiah menguat sebesar 0,13 persen ke level Rp18.068 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data penutupan perdagangan hari ini, rupiah bersama sejumlah mata uang Asia kompak menguat. Mereka adalah Yuan Tiongkok (CNY) menguat tipis 0,01 persen, Ringgit Malaysia (MYR) dan Peso Filipina (PHP) masing-masing menguat 0,03 persen.
Sementara itu, nilai tukar yang melemah diantaranya Baht Thailand (THB) sebesar 0,42 persen, Won Korea (KRW) anjlok 0,26 persen, Yen Jepang (JPY) melemah tipis 0,04 persen, Rupee India (INR) 0,03 persen, dan Dolar Singapura (SGD) 0,01 persen.
Penyebab Rupiah Menguat


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan menguatnya rupiah pada hari ini karena indeks harga konsumen bulan Juni AS meleset dari perkiraan. Inflasi AS turun dari 4,2 persen menjadi 3,5 persen year on year (yoy).
Sebuah indikasi bahwa kenaikan suku bunga agresif oleh the Fed saat ini tidak diperlukan,”
kata Ibrahim dalam risetnya Rabu, 15 Juli 2026.
Selain itu, Ibrahim menyoroti posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai US$444,4 miliar atau tumbuh 2,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) per Maret 2026.
Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 2,0 persen yoy, tetap dalam kondisi terkendali di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,”
tuturnya.
Sedangkan untuk perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan bahwa mata uang rupiah fluktuatif dan ditutup melemah direntang Rp18.060 hingga Rp18.110 per dolar AS.
334 Saham Naik


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp11,6 triliun dengan melibatkan 28,6 miliar saham dalam 2,07 juta kali transaksi. Sebanyak 334 saham naik, 195 tidak bergerak, dan 267 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) naik 34,59 persen ke Rp179
- PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menguat 24,77 persen ke Rp272
- PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menguat 24,71 persen ke Rp424
Sementara saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) melemah 9,79 persen ke Rp129
- PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) anjlok 9,49 persen ke Rp620
- PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) amblas 8.40 persen ke Rp1.800























