Final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina bukan hanya menghadirkan duel dua raksasa sepak bola dunia.
Pertandingan final di New York New Jersey Stadium juga jadi ajang reuni emosional bagi dua pelatih yakni Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni.
Kedua figur pelatih itu ternyata memiliki hubungan yang cukup unik. Jauh sebelum sama-sama membawa negaranya ke partai puncak Piala Dunia, De la Fuente pernah menjadi instruktur kepelatihan bagi Scaloni.
Kisah tersebut bermula sekitar satu dekade lalu saat Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) menggelar kursus kepelatihan di Las Rozas, Madrid.
Dalam program itu, Luis de la Fuente bertugas sebagai instruktur. Sementara, Lionel Scaloni jadi salah satu peserta yang mengikuti pelatihan untuk mendapatkan lisensi kepelatihan. Hubungan profesional keduanya pun terjalin dengan baik selama proses tersebut.
Disatukan Filosofi Kepelatihan
Tak hanya pernah berada dalam satu ruang kelas, De la Fuente dan Scaloni juga memiliki pandangan yang hampir serupa mengenai sepak bola modern.
Keduanya lebih menekankan pentingnya kepemimpinan dan kebersamaan tim. Kedua sosok itu juga punya kemampuan mengelola karakter pemain dibanding hanya mengandalkan pendekatan taktik semata.
Filosofi itu jadi fondasi dalam perjalanan mereka membangun tim nasional masing-masing hingga mampu bersaing di level tertinggi.
Menariknya, baik Luis de la Fuente maupun Lionel Scaloni tak punya pengalaman sebagai pelatih klub sebelum menangani tim nasional.
Scaloni memulai kiprahnya di Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) sebagai asisten pelatih tim U-20 sebelum dipercaya menangani tim senior.
Sementara itu, De la Fuente menghabiskan karier kepelatihannya di berbagai kelompok usia Timnas Spanyol. Ia pernah menangani tim U-19, U-21, hingga tim Olimpiade sebelum akhirnya dipercaya menggantikan Luis Enrique sebagai pelatih Timnas Spanyol senior.
Sama-sama Status Juara
Kedua pelatih berhasil membuktikan kapasitasnya dengan mempersembahkan gelar bergengsi bagi negaranya masing-masing.
Di bawah kepemimpinan Lionel Scaloni, Argentina sukses mempertahankan status sebagai salah satu kekuatan utama dunia setelah menjuarai Copa America dua kali. Tim Tango juga hadir di Piala Dunia 2026 sebagai juara bertahan.
Adapun Luis de la Fuente membawa Spanyol kembali berjaya di Eropa setelah mengantarkan La Roja menjuarai Euro 2024.
Kesuksesan keduanya tak lepas dari pendekatan manajemen tim yang mengedepankan kekompakan serta hubungan yang erat di dalam skuad.
Final Piala Dunia 2026 bakal jadi pertemuan resmi pertama antara Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni sebagai pelatih kepala tim nasional.
Kini, hubungan guru dan mantan murid itu berubah menjadi rival di panggung terbesar sepak bola dunia. Salah satu dari mereka akan menutup turnamen dengan mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Sementara, satu lainnya harus puas menjadi runner-up.

























