Final Piala Dunia selalu menjadi panggung paling bergengsi dalam dunia sepak bola. Bagi seorang pemain, mencapai partai puncak satu kali saja sudah menjadi pencapaian luar biasa. Karena itu, hanya sedikit pesepak bola yang mampu membawa negaranya tampil di final lebih dari sekali sepanjang karier.
Menjelang final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina di New York New Jersey Stadium pada Senin 20 Juli 2026 dini hari WIB, Lionel Messi kembali mencatatkan namanya dalam sejarah.
Kapten Timnas Argentina itu dipastikan menjadi salah satu pemain yang berhasil mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya, menyamai rekor legenda Brasil, Marcos Cafu.
Meski sejumlah legenda dunia pernah tiga kali membawa negaranya ke partai puncak Piala Dunia, tidak semuanya benar-benar tampil di tiga pertandingan final.
Beberapa nama besar seperti Pele, Ronaldo Nazario, Lothar Matthäus, hingga Pierre Littbarski memang menjadi bagian dari skuad finalis sebanyak tiga kali. Namun, karena cedera atau keputusan pelatih, mereka hanya bermain dalam dua laga final.
Berbeda dengan mereka, Cafu dan Lionel Messi berpeluang menjadi dua pemain yang benar-benar tampil dalam tiga partai final Piala Dunia.
1. Marcos Cafu (Brasil)
Cafu menjadi pemain pertama yang mencatatkan penampilan di tiga final Piala Dunia secara beruntun. pertama pada 1994: Brasil vs Italia (masuk sebagai pemain pengganti) – Juara.
Yang kedua pada 1998: Brasil vs Prancis (starter) – Runner-up dan yang terakhir pada 2002: Brasil vs Jerman (kapten) – Juara.
Bek kanan legendaris Brasil itu turun ke lapangan pada ketiga final tersebut, sebuah rekor yang bertahan selama lebih dari tiga dekade.
2. Lionel Messi (Argentina)
Lionel Messi kini menyamai pencapaian Cafu setelah sukses mengantarkan Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026. pertama pada 2014: Argentina vs Jerman – Runner-up.
Setelah itu Messi juga bermain pada 2022: Argentina vs Prancis – Juara dan yang paling terbaru adalah 2026: Argentina vs Spanyol – Final.
Jika dimainkan pada laga final melawan Spanyol, Messi resmi menjadi pemain kedua dalam sejarah yang tampil di tiga final Piala Dunia.
3. Pele (Brasil)
Pele merupakan satu-satunya pemain yang berhasil meraih tiga gelar juara Piala Dunia bersama Brasil, yakni pada 1958, 1962, dan 1970.
Namun, legenda sepak bola dunia itu tidak bermain pada final 1962 akibat cedera yang dialaminya sejak fase grup. Ia hanya tampil di final 1958 dan 1970.
4. Ronaldo Nazario (Brasil)
Ronaldo juga tiga kali menjadi bagian dari skuad Brasil yang mencapai final Piala Dunia. Pertama pada 1994 – Masuk skuad juara, tetapi tidak bermain di final.
Lalu setelah itu pada tahun 1998 – Starter saat Brasil kalah dari Prancis dan yang paling fenomenal terjadi pada 2002 – Starter sekaligus mencetak dua gol saat Brasil mengalahkan Jerman
Karena tidak tampil pada final 1994, Ronaldo tidak masuk dalam daftar pemain yang bermain di tiga final.
5. Lothar Matthäus (Jerman)
Legenda Jerman ini membawa negaranya mencapai tiga final Piala Dunia secara beruntun tahun 1982 – Runner-up, 1986 – Runner-up, dan 1990 – Juara.
Matthäus tampil pada final 1982 dan 1986. Namun, saat final 1990 melawan Argentina, ia hanya berada di bangku cadangan karena mengalami cedera.
6. Pierre Littbarski (Jerman)
Pierre Littbarski juga menjadi bagian dari tiga final berturut-turut bersama Jerman Barat pada tahun 1982 – Runner-up, 1986 – Runner-up, dan 1990 – Juara.
Ia bermain pada final 1982 dan 1990, tetapi tidak diturunkan ketika Jerman menghadapi Argentina pada final 1986.
Hingga menjelang final Piala Dunia 2026, hanya Marcos Cafu yang tercatat tampil di tiga pertandingan final Piala Dunia.
Lionel Messi kini berada di ambang menyamai pencapaian tersebut. Apabila turun menghadapi Spanyol, kapten Argentina itu resmi menjadi pemain kedua dalam sejarah yang benar-benar tampil di tiga final Piala Dunia.
Sementara itu, empat legenda lainnya Pele, Ronaldo Nazario, Lothar Matthäus, dan Pierre Littbarski memang tiga kali mengantarkan negaranya ke partai puncak sebagai anggota skuad, tetapi masing-masing hanya bermain dalam dua laga final akibat cedera maupun keputusan pelatih.






















