Final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina tidak hanya menyita perhatian pecinta sepak bola. Di Jalur Gaza, banyak warga Palestina menyatakan dukungan mereka kepada La Roja.
Warga Gaza menilai Spanyol menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan Palestina selama konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
Saya sepenuhnya mendukung Spanyol karena mereka membela Palestina,”
kata warga Palestina Ahmed al-Bozm (33), dikutip dari Aljazeera, Minggu, 19 Juli 2026.
Ahmed al-Bozm mengaku tanpa ragu menjagokan Spanyol dalam laga puncak yang digelar pada Senin dini hari WIB nanti.
Sentimen serupa juga dirasakan banyak warga Gaza. Dukungan itu dipengaruhi oleh sikap pemerintah Spanyol yang selama beberapa tahun terakhir menyuarakan dukungan terhadap Palestina.
Selain itu, sejumlah gestur solidaritas dari tokoh olahraga Spanyol. Hal itu termasuk bintang muda Barcelona dan Timnas Spanyol Lamine Yamal.
Yamal sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah membawa bendera Palestina dalam parade kemenangan Barcelona usai menjuarai La Liga pada Mei 2026.
Al-Bozm pun berharap pemain muda tersebut mampu membawa Spanyol meraih gelar juara dunia.
Kami mencintaimu dari Palestina,”
kata al-Bozm.
Dia menaruh harapan agar Spanyol bisa merengkuh trofi juara Dunia 2026.
Kami mendukungmu sepenuh hati, dan kami berharap kamu mengangkat trofi Piala Dunia dan mengibarkan bendera Palestina juga,”
lanjutnya.
Antusiasme di Tengah Konflik
Meski antusiasme terhadap final tetap tinggi, warga Gaza menghadapi berbagai keterbatasan untuk mengikuti jalannya turnamen akibat konflik yang masih berlangsung.
Krisis listrik dan kelangkaan bahan bakar membuat banyak warga kesulitan menonton pertandingan secara langsung.
Mantan pemain sepak bola sekaligus pengelola stadion di Gaza, Adnan al-Afifi, mengatakan kondisi itu membuat generator listrik sulit dioperasikan. Sebab, biaya bahan bakar yang sangat mahal.
Orang-orang hanya bisa menonton pertandingan jika listrik tersedia, tetapi generator mati karena bahan bakar langka dan terlalu mahal,”
kata al-Afifi.
Dia sedih karena insiden ini membuat rakyat Palestina jadi korban.
Warga Palestina biasa yang menanggung akibatnya,”
sebut al-Afifi.
Untuk menjaga semangat olahraga di tengah situasi sulit, Al-Afifi menginisiasi pertandingan ekshibisi bertema Piala Dunia di klub olahraga Palestina di Kota Gaza. Klub itu disebut sebagai satu-satunya klub sepak bola yang masih aktif dan bisa digunakan para pemain di wilayah tersebut.
Beberapa hari menjelang final, klub itu menggelar pertandingan simbolis antara tim yang mewakili Palestina dan Spanyol. Bahkan, pertandingan dibuat menyerupai laga internasional dengan menghadirkan wasit serta sistem Video Assistant Referee (VAR) simbolis.
Menurut Al-Afifi, kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan masyarakat Gaza terhadap Timnas Spanyol.
Suasananya penuh semangat dan positif, dan itu adalah bentuk dukungan terbesar kami untuk tim nasional Spanyol,”
kata al-Afifi.
Sikap Spanyol terhadap Palestina
Dukungan warga Gaza terhadap Spanyol juga tidak lepas dari kebijakan pemerintah negara Matador.
Pada Mei 2024, pemerintah Spanyol secara resmi mengakui kedaulatan Palestina sebagai bagian dari upaya mendorong solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez saat itu menyatakan pengakuan tersebut bertujuan mendukung penyelesaian damai. Selain itu, menyerukan gencatan senjata dan peningkatan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.
Sanchez juga pernah berseberangan dengan Presiden AS Donald Trump terkait konflik AS-Iran. Saat itu, Sanchez ogah menuruti permintaan Trump agar Spanyol mengirim armada bantuan kapal perang ke Timur Tengah.



























