Lionel Messi kembali berpeluang menorehkan sejarah pada laga final Piala Dunia 2026. Selain membawa Argentina buru gelar juara dunia, sang kapten juga berpeluang menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah final Piala Dunia.
Namun, itu dengan catatan seandainya Messi membobol gawang Spanyol di partai puncak.
Mengutip laporan ESPN Australia, Minggu, 19 Juli 2026, Messi berpeluang melampaui rekor milik legenda Swedia Nils Liedholm, yang hingga kini masih tercatat sebagai pencetak gol tertua di final Piala Dunia.
Liedholm mencetak gol saat Swedia menghadapi Brasil pada final Piala Dunia 1958 dalam usia 35 tahun 264 hari. Sementara Messi yang kini berusia 38 tahun 357 hari akan memecahkan rekor tersebut jika mencetak gol pada partai puncak melawan Spanyol.
Messi Terus Pecahkan Rekor
Melansir dari laman FIFA, sepanjang Piala Dunia 2026, Messi tampil luar biasa dengan terus memecahkan berbagai catatan sejarah.
Setelah mencetak hattrick ke gawang Aljazair, dua gol melawan Austria, satu gol tendangan bebas saat menghadapi Yordania, serta masing-masing satu gol ke gawang Cabo Verde dan Mesir, La Pulga telah mengoleksi 21 gol di Piala Dunia.
Catatan itu membuat Messi melampaui rekor sebelumnya yang dipegang legenda Jerman Miroslav Klose. Eks penyerang Timnas Jerman itu mengoleksi 16 gol di ajang Piala Dunia.
Di sisi lain, penyerang Prancis Kylian Mbappe kini menjadi pesaing terdekat setelah mengumpulkan 19 gol sepanjang kariernya di Piala Dunia. Tak hanya tajam di depan gawang, Messi juga terus menambah daftar rekor lain.
Kemenangan Argentina atas Inggris di semifinal jadi kemenangan ke-23 Messi di Piala Dunia. Messidona melewati rekor 17 kemenangan milik Klose yang sebelumnya menjadi yang terbanyak dalam sejarah turnamen.
Rekor demi Rekor
FIFA juga mencatat Messi berhasil mencetak gol dalam sembilan pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Catatan itu melewati rekor sebelumnya yang dipegang Just Fontaine dan Jairzinho. Legenda Prancis dan Brasil itu sama-sama mencetak gol dalam enam pertandingan Piala Dunia berturut-turut.
Saat mencetak hattrick ke gawang Aljazair, Messi juga resmi jadi pencetak tiga gol tertua dalam sejarah Piala Dunia pada usia 38 tahun 357 hari.
Rekor itu sebelumnya dipegang Cristiano Ronaldo yang mencetak hattrick ke gawang Spanyol pada Piala Dunia 2018 saat berusia 33 tahun 130 hari.
Di level tim nasional, Messi juga semakin mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak Argentina di Piala Dunia. El Mesias kini sudah meninggalkan nama-nama besar seperti Gabriel Batistuta (10 gol), Diego Maradona (8), Guillermo Stabile (8), Mario Kempes (6), dan Gonzalo Higuain (5).
Adapun hattrick ke gawang Aljazair juga membuat Messi menjadi pencetak gol terbanyak asal Amerika Selatan dalam sejarah Piala Dunia, melewati rekor legenda Brasil Ronaldo Nazario.
Sementara itu, gol-gol spektakulernya dari luar kotak penalti membuat Messi kini telah mengoleksi tujuh gol jarak jauh di Piala Dunia. Jumlah tersebut melampaui rekor Rivellino yang sebelumnya mencatat lima gol dari luar kotak penalti.
Laga melawan Spanyol di MetLife Stadium bukan sekadar menjadi kesempatan Argentina mempertahankan gelar juara dunia.
Bagi Messi, pertandingan tersebut juga menjadi peluang menambah daftar panjang rekor yang telah ia ukir sepanjang kariernya.
Apabila berhasil mencetak gol ke gawang Spanyol, kapten La Albiceleste dipastikan akan mengukir sejarah baru sebagai pencetak gol tertua di final Piala Dunia, sekaligus mematahkan rekor yang telah bertahan sejak final Piala Dunia 1958.
























