Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi akan mengajak 150 Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) berkunjung ke Istana Negara dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026.
“Kami akan ajak AMPK datang ke Istana. Mudah-mudahan bisa bertemu dengan Bapak Presiden. Kami akan ajak anak-anak berkeliling Istana, supaya mereka punya gambaran Istana seperti apa,”
kata Arifah di Jakarta, Rabu, 23 Juli 2026.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai kelompok anak yang membutuhkan perhatian khusus, seperti dari anak jalanan, anak pemulung, hingga anak yang orang tuanya bekerja sebagai pemulung. Kegiatan direncanakan berlangsung pada 30 Juli.
Mereka juga akan diajak berwisata ke Dunia Fantasi pada 25 Juli 2026. Arifah berpendapat kegiatan tersebut bukan sekadar rekreasi, tetapi menjadi ruang belajar bagi anak-anak.
“Menghadirkan pengalaman belajar dan rekreasi yang menyenangkan sebagai ruang bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman baru serta membangun rasa percaya diri,”
ujar dia.
Puncak
Puncak peringatan HAN 2026 bakal digelar di Provinsi Kepulauan Riau. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini dilaksanakan secara desentralisasi agar lebih banyak anak di berbagai daerah dapat turut serta.
“Pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, kota sampai tingkat desa kami dorong untuk melakukan peringatan Hari Anak Nasional. Jadi membahagiakan anak-anak, mendekatkan semua pemangku kepentingan untuk lebih punya perhatian khusus kepada anak-anak,”
tutur Arifah.
Tema HAN 2026 adalah “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Kementerian PPPA menetapkan tema ini sebagai momentum untuk mengajak seluruh elemen bangsa menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif.
Tujuannya demi memastikan setiap anak dapat tumbuh optimal, serta terlindungi untuk menjadi generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

























