Piala Dunia 2030 dipastikan akan mencatat sejarah sebagai edisi pertama yang digelar oleh enam negara di tiga benua berbeda. Keputusan FIFA tersebut menjadi salah satu kebijakan paling unik dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Di balik konsep yang disebut sebagai perayaan 100 tahun Piala Dunia, muncul berbagai kontroversi yang masih menjadi perdebatan hingga saat ini.
Sejak pertama kali digelar, Piala Dunia umumnya hanya diselenggarakan oleh satu negara. Konsep tuan rumah bersama baru mulai diterapkan pada Piala Dunia 2002 ketika Jepang dan Korea Selatan menjadi penyelenggara bersama.
Setelah itu, format serupa kembali digunakan pada Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Keberhasilan konsep tersebut membuat model penyelenggaraan bersama kembali dipertimbangkan untuk edisi berikutnya.
Dalam proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2030, FIFA menerima dua proposal utama. Proposal pertama berasal dari gabungan Spanyol dan Portugal yang mewakili UEFA bersama Maroko dari Konfederasi Afrika (CAF).
Sementara proposal kedua diajukan oleh empat negara Amerika Selatan, yakni Uruguay, Argentina, Paraguay, dan Chile.
Kelompok negara Amerika Selatan mengusung tema Centenary World Cup sebagai bentuk peringatan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia pertama yang berlangsung di Uruguay pada 1930.
FIFA Tetapkan Enam Negara sebagai Tuan Rumah
Pada Oktober 2023, FIFA menetapkan Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama Piala Dunia 2030.
Namun, FIFA juga memberikan status tuan rumah kepada Uruguay, Argentina, dan Paraguay sebagai bagian dari perayaan satu abad Piala Dunia.
Keputusan inilah yang kemudian memunculkan kontroversi. Pasalnya, Piala Dunia pertama pada 1930 sepenuhnya berlangsung di Uruguay. Meski demikian, Argentina dan Paraguay turut dilibatkan dalam seremoni peringatan 100 tahun tersebut.
Dewan FIFA mencapai kesepakatan mutlak bahwa satu-satunya tawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 adalah tuan rumah gabungan Maroko, Portugal dan Spanyol. Dua benua, Afrika dan Eropa, bersatu bukan hanya untuk perayaan sepak bola tetapi juga untuk menyajikan penggabungan sosial dan budaya. Sebuah pesan yang hebat untuk perdamaian, toleransi, dan inklusi.”
kata Presiden FIFA Gianni Infantino.
Pada 2030, kita akan punya rekam jejak yang unik. Tiga benua, Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan, enam negara, Argentina, Maroko, Paraguay, Portugal, Spanyol, dan Uruguay, akan menyambut dan mempersatukan dunia sambil merayakan bersama-sama sebuah permainan indah ini, perayaan 100 tahun dan juga Piala Dunia,”
ungkapnya.
Uruguay, Argentina, dan Paraguay Hanya Gelar Laga Pembuka
Meski berstatus sebagai tuan rumah, Uruguay, Argentina, dan Paraguay tidak akan menjadi penyelenggara utama turnamen. Ketiga negara tersebut hanya dijadwalkan menggelar masing-masing satu pertandingan pembuka sebagai bagian dari perayaan 100 tahun Piala Dunia.
Meski demikian, status tersebut memberikan keuntungan besar karena ketiganya otomatis lolos ke putaran final Piala Dunia 2030 tanpa harus melalui babak kualifikasi.
Kontroversi mengenai Piala Dunia 2030 tidak berhenti pada penunjukan enam negara sebagai tuan rumah. Belakangan muncul pula usulan agar jumlah peserta turnamen diperluas menjadi 64 negara.
Hingga kini, gagasan tersebut belum mendapat persetujuan resmi dari FIFA. Namun, pembahasan mengenai format baru diperkirakan akan semakin intensif dalam satu hingga dua tahun ke depan sebelum proses kualifikasi Piala Dunia dimulai.
Terlepas dari berbagai perdebatan, Piala Dunia 2030 dipastikan akan menjadi salah satu edisi paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola dunia.
Untuk pertama kalinya, turnamen akan digelar di enam negara yang tersebar di tiga benua, menghadirkan konsep baru dalam penyelenggaraan Piala Dunia sekaligus memperingati satu abad kompetisi paling bergengsi di dunia tersebut.
Keputusan FIFA tersebut diyakini akan terus menjadi bahan diskusi hingga turnamen resmi dimulai, terutama terkait format penyelenggaraan dan kemungkinan bertambahnya jumlah peserta menjadi 64 negara.




















