Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah pada Kamis, 23 Juli 2026. Rupiah melemah 0,11 persen ke level Rp17.936 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG merosot 0,30 persen ke level 6.315.
Rupiah bersama mata uang negara Asia lainnya tercatat melemah diantaranya Yen Jepang (JPY) 0,17 persen terhadap dolar AS, Baht Thailand (THB) anjlok 0,14 persen.
Kemudian Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,08 persen terhadap dolar AS, dan Peso Filipina (PHP) tercatat melemah tipis 0,01 persen melawan dolar AS.
Ketegangan di Timur Tengah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan melemahnya rupiah ini karena meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak akibat serangan yang dilancarkan Militer Houthi yang bersekutu dengan Iran.
Houthi yang bersekutu dengan Iran mengklaim serangan terhadap dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah, meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang lebih dalam di sepanjang jalur pelayaran utama Timur Tengah,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Kamis, 23 Juli 2026.
Selain itu, saat ini fokus pasar tertuju pada rilis klaim pengangguran awal untuk minggu yang berakhir pada 18 Juli. Para investor juga bersiap untuk data S&P Flash PMI di hari Jumat, dan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) pekan depan.
299 Saham Turun


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp23,8 triliun dengan melibatkan 63,2 miliar saham dalam 3,1 juta kali transaksi. Sebanyak 321 saham naik, 176 tidak bergerak, dan 299 turun.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) anjlok 11,86 persen ke Rp104
- PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) melemah 9,38 persen ke Rp174
- PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) melemah 8,40 persen Rp109
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp229,98 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp141,07 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp137,22 miliar
























