Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah pada penutupan perdagangan Jumat, 24 Juli 2026. Rupiah melemah 0,15 persen ke level Rp17.963 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG anjlok 1,88 persen ke 6.196.
Berdasarkan data perdagangan hari ini, nilai tukar di negara Asia yang melemah hanya Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Tercatat Filipina (PHP) anjlok 0,14 persen dan Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,09 persen.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pelemahan rupiah ini salah satunya didorong oleh kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang resmi memberlakukan tarif impor baru terhadap barang dari 60 mitra dagang mulai Jumat.
Pemerintah AS menyebut kebijakan tersebut merupakan langkah untuk mendorong negara-negara mitra dagang memperketat larangan terhadap produk yang dibuat menggunakan tenaga kerja paksa,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Jumat, 24 Juli 2026.


Geopolitik Timur Tengah
Selain itu, pelemahan rupiah juga didorong oleh naiknya tensi geopolitik di Timur Tengah, setelah Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran menyerang dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah. Kenaikan ini diperkirakan akan menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia.
Kenaikan akibat konflik di Timur Tengah berpotensi menekan kinerja eksternal Indonesia, mulai dari melebarnya defisit neraca transaksi berjalan hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah pada kuartal III-2026,”
tuturnya.
587 Saham Turun


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp17,7 triliun dengan melibatkan 37,9 miliar saham dalam 2,2 juta kali transaksi. Sebanyak 104 saham naik, 587 tidak bergerak, dan 105 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) melemah 15 persen ke Rp187
- PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) anjlok 14,89 persen ke Rp120
- PT MD Entertainment Tbk (FILM) melemah 11,67 persen ke Rp1.060
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp484,34 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp367,86 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp130,28 miliar























