Kalau ngomongin wisata yang ramah anak, kebun binatang pasti masuk dalam daftar wishlist kamu. Tapi, kamu tahu nggak sih kalau Indonesia punya kebun binatang yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun lamanya?
Namanya Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang berada di Jl. Setail No.1, Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Tempat wisata ini sudah ada sejak 1916 atau sudah ada sejak 110 tahun lamanya.
Dan fun fact nya, kebun binatang ini bukan dibangun oleh pemerintah lho, melainkan oleh wartawan sekaligus editor surat kabar Pewarta Soerabaia bernama H.F.K. Kommer.
Pria keturunan Indo-Eropa ini memang terkenal dengan hobinya yang mengoleksi satwa sejak kecil. Ia sering berburu atau menerima kiriman berbagai hewan dari teman-temannya, kemudian memeliharanya di halaman rumahnya yang berada di kawasan Kaliondo, Surabaya.
Semakin lama, koleksi satwanya terus bertambah, dan kondisi ini membuat biaya perawatan semakin besar hingga akhirnya Kommer kesulitan membiayai seluruh hewan peliharaannya.
Dari situlah muncul ide membentuk sebuah organisasi yang bertujuan menggalang dana sekaligus mengelola koleksi satwa tersebut.
Organisasi itu diberi nama Vereeniging Soerabaiasche Planten en Dierentuin atau Perkumpulan Botani dan Kebun Binatang Surabaya.
Melalui organisasi inilah Kebun Binatang Surabaya resmi berdiri pada 31 Agustus 1916 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 40.
Sudah tiga kali pindah lokasi
Tahukah kamu? Kalau lokasi KBS yang sekarang ternyata bukan tempat pertamanya.
Awalnya, seluruh koleksi satwa dipelihara di halaman rumah Kommer di kawasan Kaliondo. Namun karena jumlah satwa terus bertambah, pada 1917 kebun binatang kemudian dipindahkan ke kawasan Grudo.
Melansir dari laman Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Surabaya, saat pertama kali pindah, masyarakat masih bisa masuk secara gratis.
Barulah pada April 1918, pengelola mulai memberlakukan tiket masuk karena biaya operasional dan perawatan satwa semakin besar.
Tak berselang lama, KBS kembali pindah ke kawasan Darmo, Wonokromo. Lokasi inilah yang hingga kini menjadi rumah bagi Kebun Binatang Surabaya.
Pada 1927, Pemerintah Kota Surabaya memberikan dukungan dengan menyediakan lahan seluas sekitar 32 ribu meter persegi. Luas kawasan kemudian terus bertambah hingga mencapai sekitar 15 hektar pada 1939.
Pernah jadi kebun binatang terlengkap di Asia Tenggara
Seiring berjalannya waktu, Kebun Binatang Surabaya terus berkembang.
Pada era 1950-an, berbagai fasilitas mulai dibangun, mulai dari akuarium, terarium hingga perbaikan kandang satwa.
Puncak kejayaan KBS terjadi pada dekade 1970-an. Saat itu, Kebun Binatang Surabaya dikenal sebagai kebun binatang dengan koleksi satwa terlengkap di Asia Tenggara.
Predikat tersebut membuat KBS menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia.
Tak sedikit wisatawan dari berbagai daerah datang ke Surabaya hanya untuk melihat koleksi satwanya yang sangat beragam.
Sempat mengalami krisis pengelolaan
Di balik sejarah panjangnya, pada 1922 KBS sempat mengalami krisis hingga muncul wacana pembubaran.
Namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah Pemerintah Kota Surabaya turun tangan membantu penyelamatan kebun binatang.
Puluhan tahun kemudian, tepatnya pada akhir 2000-an, KBS kembali menghadapi konflik internal akibat dualisme kepengurusan.
Perselisihan tersebut berdampak pada operasional kebun binatang dan sempat jadi perhatian pemerintah.
Pada 2010, Kementerian Kehutanan mencabut izin lembaga konservasi pengelola lama dan membentuk Tim Pengelola Sementara yang terdiri dari unsur pemerintah pusat, Pemerintah Kota Surabaya, Balai Besar KSDA Jawa Timur, serta Perkumpulan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI).
Dua tahun kemudian, pengelolaan resmi dialihkan kepada Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) melalui Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 19 Tahun 2012.
Selanjutnya, pada 2019, KBS kembali memperoleh pengakuan sebagai Lembaga Konservasi melalui Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 340/MenLHK/Setjen/KSA.2/5/2019.
Hingga sekarang, Kebun Binatang Surabaya masih menjadi salah satu ikon wisata Kota Pahlawan.
Tak hanya menjadi tempat rekreasi keluarga, KBS juga berfungsi sebagai lembaga konservasi ex-situ yang berperan dalam pelestarian satwa, pendidikan, penelitian, dan wisata.
Meski beberapa kali diterpa berbagai persoalan, sejarah panjang yang dimiliki Kebun Binatang Surabaya membuat tempat ini tetap menjadi salah satu kebun binatang tertua dan paling bersejarah di Indonesia.

















