Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyoroti kepercayaan pasar terhadap independensi Bank Indonesia (BI), usai Perry Warjiyo mundur dari jabatan Gubernur BI.
Shinta mengatakan, pengunduran diri Gubernur BI di tengah masa jabatan secara alami akan menjadi perhatian pasar. Masa jabatan Perry Warjiyo sendiri seharusnya berakhir pada 2028.
Di tengah kondisi saat ini yang paling penting bagi dunia usaha adalah terjaganya policy continuity, kredibilitas institusi, dan kepercayaan pasar terhadap independensi BI sebagai otoritas moneter,”
ujar Shinta dalam keterangannya Senin, 27 Juli 2026.
Reassessment Dunia Usaha
Shinta mengatakan, dengan situasi saat ini pelaku pasar umumnya akan melakukan reassessment alias penilaian ulang terhadap prospek kebijakan moneter, arah suku bunga, stabilitas nilai tukar, serta kesinambungan komunikasi kebijakan ke depan.
Oleh karena itu, faktor yang paling menentukan adalah seberapa cepat kepastian mengenai proses transisi dan arah kebijakan dapat diberikan kepada pasar,”
jelasnya.
Shinta menekankan, bagi dunia usaha kepastian arah kebijakan moneter memiliki arti yang sangat penting. Pasalnya, saat ini pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan mulai dari ketidakpastian ekonomi global, dinamika perdagangan internasional, volatilitas nilai tukar, hingga tingginya biaya pembiayaan.
Karena itu, dunia usaha berharap proses transisi kepemimpinan di BI tetap dapat memberikan sinyal yang kuat bahwa mandat utama dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, serta menjaga stabilitas sistem keuangan tetap menjadi prioritas,”
jelasnya.


Di samping itu, dengan situasi saat ini Shinta menilai bahwa ruang kebijakan BI akan semakin menantang. Sebab, harus menyeimbangkan berbagai tujuan secara bersamaan dan tetap mendukung momentum pertumbuhan ekonomi.
Dari perspektif dunia usaha, keseimbangan tersebut menjadi sangat penting agar stabilitas makroekonomi tetap berjalan seiring dengan terpeliharanya iklim investasi, keberlanjutan pembiayaan, dan aktivitas sektor riil,”
tuturnya.
Dampaknya
Shinta menilai, dalam jangka pendek dampak yang paling mungkin muncul bukan pada perubahan fundamental terhadap kegiatan industri. Namun, meningkatnya perhatian pasar terhadap arah kebijakan ke depan.
Apabila transisi berjalan dengan baik dan komunikasi kebijakan tetap clear, credible, and predictable. Maka volatilitas pasar dapat diminimalkan dan kepercayaan investor tetap terjaga
Sebaliknya, jika ketidakpastian yang berlangsung terlalu lama berpotensi memengaruhi sentimen pasar, nilai tukar, biaya pendanaan, serta keputusan investasi.


Shinta mengatakan untuk sektor riil, stabilitas makroekonomi merupakan pondasi utama bagi kegiatan usaha. Sebab, dunia usaha membutuhkan inflasi yang terkendali, nilai tukar yang relatif stabil, biaya pendanaan yang terjaga, serta kepastian arah kebijakan.
Agar perusahaan dapat mengambil keputusan investasi dan ekspansi dengan tingkat keyakinan yang memadai,”
tuturnya.
Maka dari itu, Apindo berharap calon Gubernur BI dapat memberikan kepastian sekaligus memperkuat kepercayaan pada kerangka kebijakan moneter Indonesia.
Apindo berharap proses penunjukan kepemimpinan definitif Bank Indonesia dapat memberikan kepastian sekaligus memperkuat kepercayaan bahwa kerangka kebijakan moneter Indonesia akan tetap dijalankan secara prudent, independent, dan forward-looking,”
tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan bahwa Perry Warjiyo resmi mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Kini kursi Gubernur diisi oleh Pejabat Gubernur Sementara Destry Damayanti.
Bapak Presiden menerima Pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo untuk disertai ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih 7 tahun lamanya memimpin Bank Indonesia,”
ujar Prasetyo Senin, 27 Juli 2026.
























