Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 28 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Desa Trunyan: Desa Tertua di Bali dengan Tradisi Pemakaman Unik yang Bikin Dunia Penasaran
Cari Tahu

Desa Trunyan: Desa Tertua di Bali dengan Tradisi Pemakaman Unik yang Bikin Dunia Penasaran

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juli 27, 2026 5:31 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 jam lalu
Share
Desa Trunyan Desa Tertua di Bali
Desa Trunyan Desa Tertua di Bali (Foto; X/ @maryamatmarini)
SHARE

Kalau ngomongin Bali, apa yang pertama kali terlintas di pikiranmu? Pantai Kuta, Canggu, Ubud, atau deretan beach club yang nggak pernah sepi?

Daftar isi Konten
  • Seperti Apa Desa Bali Aga?
  • Tradisi Mepasah: Jenazah Tidak Dikubur atau Dikremasi
  • Tidak Semua Orang Bisa Dimakamkan dengan Cara Ini
  • Boleh Dikunjungi, Tapi Ada Etikanya

Padahal kalau kamu mau melihat dalam melihat keindahan Pulau Dewata, Bali ternyata menyimpan sebuah desa kuno yang yang sampai sekarang masih mempertahankan tradisi leluhurnya, lho.

Namanya Desa Trunyan yang berada di tepi Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli yang dikenal juga sebagai salah satu desa tertua di Pulau Dewata. 

Keunikannya desa ini bukan hanya pada lanskap alamnya yang sunyi, tapi pada keteguhan masyarakatnya dalam menjaga adat bali Aga.

Bali Aga merupakan kelompok masyarakat Bali asli, yang sudah ada dan bermukim bahkan sebelum Kerajaan Majapahit masuk ke Bali.

Namun, sebenarnya ada satu alasan yang membuat Desa Trunyan tersohor hingga sampai ke mancanegara, yaitu karena tradisi pemakamannya yang unik.

Baca juga:
Larung Kepala Kerbau di Pesisir: Menyelami Tradisi Sedekah Laut, Ritual… Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki kekayaan budaya pesisir yang beragam.…
Bukan Cuma Hunian Megah, Ini Rahasia Filosofi Rumah Joglo dan… Rumah Joglo merupakan salah satu rumah adat khas Jawa. Lebih dari sekadar…
Belum Banyak yang Tahu! Sejarah Kebun Binatang Surabaya, Ternyata Sudah… Kalau ngomongin wisata yang ramah anak, kebun binatang pasti masuk dalam daftar…
  • Larung Kepala Kerbau di Pesisir: Menyelami Tradisi Sedekah Laut, Ritual Para Nelayan…
  • Bukan Cuma Hunian Megah, Ini Rahasia Filosofi Rumah Joglo dan Konsep Manunggaling…
  • Belum Banyak yang Tahu! Sejarah Kebun Binatang Surabaya, Ternyata Sudah Berdiri Lebih…

Penasaran bagaimana ceritanya? Berikut ulasan mengenai sejarah Desa Trunyan, daya tarik, dan keunikan tradisinya.

Seperti Apa Desa Bali Aga?

Melansir dari Wonderful Indonesia, Desa Trunyan berada di sisi timur Danau Batur dengan latar pegunungan Kintamani yang membuat suasananya terasa sejuk dan tenang. 

Untuk mencapai desa ini, kamu perlu menyeberang menggunakan perahu motor dari Dermaga Kedisan dengan waktu perjalanan sekitar 20 hingga 30 menit. 

Sepanjang perjalanan kamu akan disuguhkan pemandangan Danau Batur yang dikelilingi perbukitan hijau yang memukau mata.

Berbeda dengan desa wisata lain di Bali, Trunyan tidak hanya cocok untuk berswafoto saja, karena desa ini merupakan rumah bagi masyarakat Bali Aga yang hingga kini masih mempertahankan adat istiadat, hingga sistem kepercayaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi Mepasah: Jenazah Tidak Dikubur atau Dikremasi

Inilah tradisi yang membuat Desa Trunyan dikenal hingga mancanegara. Jika mayoritas umat Hindu di Bali mengantarkan jenazah melalui upacara kremasi (Ngaben), warga Trunyan memiliki ritual tersendiri bernama Mepasah.

Dalam tradisi ini, jenazah tidak dikubur dan tidak pula dikremasi. Sebaliknya, jenazah akan diletakkan di tanah area pemakaman suci bernama Sema Wayah, kemudian akan ditutup menggunakan anyaman bambu berbentuk kerucut yang disebut ancak saji.

Sekilas memang kedengarannya agak nggak biasa kan? Pasti kamu langsung membayangkan gimana sih baunya nanti, apalagi desa ini udah ada selama beratus tahun lalu.

Namun, bagi masyarakat Trunyan, tradisi ini adalah bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah dijaga selama ratusan tahun.

Yang lebih mengejutkan, area pemakaman tersebut tidak mengeluarkan aroma menyengat seperti yang banyak dibayangkan orang.

Lonjakan Wisatawan di Bali Saat Nyepi-Lebaran 2026 Tembus 807 Ribu

Di tengah area pemakaman tumbuh sebuah pohon besar yang dipercaya menjadi alasan mengapa jenazah tidak mengeluarkan bau busuk.

Pohon itu bernama Taru Menyan. Dalam bahasa setempat, taru berarti pohon, sedangkan menyan berarti harum. Dari dua kata itulah yang dipercaya sebagai asal usul nama desa Trunyan.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, aroma alami dari pohon Taru Menyan mampu menetralisir bau yang muncul dari jenazah. Meski telah menjadi cerita turun-temurun, pohon tersebut tetap dianggap sakral dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Desa Trunyan.

Tidak Semua Orang Bisa Dimakamkan dengan Cara Ini

Meski terkenal dengan tradisi Mepasah, ternyata tidak semua warga Trunyan dimakamkan menggunakan cara ini.

Prosesi ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang meninggal secara wajar serta memenuhi ketentuan adat. 

Sementara itu, warga yang meninggal akibat kecelakaan, bunuh diri, atau penyebab tidak wajar akan dimakamkan di lokasi berbeda sesuai aturan adat yang berlaku. 

Bahkan, masyarakat Trunyan memiliki tiga kawasan pemakaman berbeda sesuai kondisi orang yang meninggal.

Tradisi ini menunjukkan bahwa sistem adat di Desa Trunyan masih dijalankan dengan sangat kuat hingga sekarang.

Boleh Dikunjungi, Tapi Ada Etikanya

Karena menjadi salah satu destinasi wisata budaya, wisatawan diperbolehkan mengunjungi Desa Trunyan. Namun, ada beberapa aturan yang wajib dihormati.

Pengunjung dianjurkan mengenakan pakaian yang sopan, menjaga ketenangan, serta tidak bercanda berlebihan di area pemakaman. 

Sebelum mengambil foto, terutama di kawasan yang dianggap sakral, sebaiknya meminta izin kepada pemandu atau warga setempat.

Selain itu, jangan pernah mengambil benda apa pun dari area pemakaman, termasuk tulang-belulang atau barang peninggalan yang ada di lokasi. Menghormati adat menjadi syarat utama agar kunjungan tetap berjalan dengan baik.

Tapi worthit nggak sih kalau kita ke sana? Nah, kalau kamu tipe traveler yang suka mencari pengalaman berbeda, jawabannya tentu iya.

Desa Trunyan menawarkan sisi lain Bali yang mungkin belum pernah kamu lihat sebelumnya. Bukan soal kemewahan resort atau ramainya pantai, melainkan tentang bagaimana sebuah komunitas berhasil menjaga tradisi, budaya, dan identitasnya selama ratusan tahun.

Perjalanan menyeberangi Danau Batur, suasana desa yang tenang, hingga kisah di balik tradisi Mepasah akan membuatmu menyadari bahwa Bali bukan hanya tentang liburan, tetapi juga tentang warisan budaya yang masih hidup hingga sekarang.

Tag:Desa Tertua BaliDesa TrunyanPemakaman TrunyanTrunyan BaliWisata Trunyan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa 28 Juli 2026: Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Suhu Capai 35 Derajat
By Syifa Fauziah
Gambar Ilustrasi Jakarta berawan
1
Penyakit Hati dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengobatinya
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Ilustrasi Penyakit Hati
2
Polisi Ungkap Kronologi Bentrok Maut di Jalan Tambak, Berawal dari Teguran Warga
By Syifa Fauziah
Bentrok di Jalan Tambak, Jakarta Pusat
3
PSSI Deg-degan! Fortuna Sittard Belum Putuskan Nasib Justin Hubner untuk Piala AFF 2026
By Hadi Febriansyah
Bek Timnas Indonesia Justine Hubner.
4
Tanpa Pandang Pangkat: Polri Ogah Pilih Kasih, Kasat Narkoba Polres Tangsel cs Disikat
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi polisi menyalahgunakan etomidate.
5

BERITA LAINNYA

Proses pelarungan sedekah laut di Cilacap.
Cari Tahu

Larung Kepala Kerbau di Pesisir: Menyelami Tradisi Sedekah Laut, Ritual Para Nelayan Jawa

Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki kekayaan budaya pesisir yang beragam.…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
2 hari lalu
Ilustrasi rumah Joglo di lereng gunung.
Cari Tahu

Bukan Cuma Hunian Megah, Ini Rahasia Filosofi Rumah Joglo dan Konsep Manunggaling Kawula Gusti

Rumah Joglo merupakan salah satu rumah adat khas Jawa. Lebih dari sekadar…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
2 hari lalu
Kebun Binatang Surabaya
Cari Tahu

Belum Banyak yang Tahu! Sejarah Kebun Binatang Surabaya, Ternyata Sudah Berdiri Lebih dari 100 Tahun

Kalau ngomongin wisata yang ramah anak, kebun binatang pasti masuk dalam daftar…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Kacamata
Cari Tahu

Jangan Sampai Keliru! Ini Perbedaan Mata Minus, Plus, dan Silinder

Mata minus, plus, dan silinder merupakan gangguan refraksi mata yang cukup umum…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up