Dalam kehidupan, memang tidak bisa dipungkiri kalau pasti akan ada perbedaan pendapat, apalagi kita hidup di tengah masyarakat yang beragam, beda latar belakang, pendidikan, hingga pengalaman.
Tapi tahukah kamu, sejak dulu umat islam sudah diajarkan untuk tidak terjebak dalam perselisihan. Hal ini tertuang dalam Surat Al-Maidah ayat 48.
Surah Al-Maidah Ayat 48
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 48:
وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ عَمَّا جَاۤءَكَ مِنَ الْحَقِّۗ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًاۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
Wa anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi muṣaddiqal limā baina yadaihi minal-kitābi wa muhaiminan ‘alaihi faḥkum bainahum bimā anzalallāhu wa lā tattabi’ ahwā’ahum ‘ammā jā’aka minal-ḥaqq. Likullin ja’alnā mingkum syir’ataw wa minhājā. Walau syā’allāhu laja’alakum ummataw wāḥidah walākin liyabluwakum fī mā ātākum fastabiqul khairāt. Ilallāhi marji’ukum jamī’an fa yunabbi’ukum bimā kuntum fīhi takhtalifūn.
Artinya: “Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan membawa kebenaran sebagai pembenar kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan sebagai penjaganya. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat saja. Akan tetapi, Allah hendak mengujimu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu. Maka berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan.” (QS. Al-Maidah: 48)
Dalam ayat ini umat islam diajak untuk fokus memperbanyak amal saleh dan berlomba dalam kebaikan, sekaligus menegaskan kedudukan Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir yang menjadi pedoman hidup umat Islam.
Makna Surat Al-Maidah Ayat 48
Dirangkum dari Tafsir Tahlili Kementerian Agama RI berikut makna Surah Al-Maidah ayat 48.
1. Al-Qur’an Menjadi Penyempurna Kitab Sebelumnya
Surah Al-Maidah ayat 48 menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan Allah SWT sebagai kitab suci terakhir yang membenarkan sekaligus menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya, seperti Taurat dan Injil.
Dalam Tafsir Tahlili Kementerian Agama RI dijelaskan bahwa Al-Qur’an juga menjadi kitab yang terjaga keasliannya sehingga menjadi pedoman hidup umat Islam hingga akhir zaman.
2. Memutuskan Perkara Berdasarkan Hukum Allah
Ayat ini juga mengingatkan umat Islam agar menjadikan aturan Allah SWT sebagai dasar dalam mengambil keputusan, bukan mengikuti hawa nafsu atau kepentingan pribadi.
Nilai ini mengajarkan pentingnya bersikap adil dan tetap berpegang pada kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.
3. Perbedaan Adalah Bagian dari Kehendak Allah
Menurut Tafsir Tahlili Kementerian Agama RI, setiap umat memiliki syariat yang berbeda sesuai zamannya, tetapi semuanya memiliki landasan yang sama, yaitu tauhid.
Perbedaan tersebut merupakan bagian dari ketetapan Allah dan menjadi pengingat agar manusia saling menghormati, bukan saling menyalahkan.
4. Kehidupan Merupakan Sebuah Ujian
Allah SWT mampu menjadikan seluruh manusia sebagai satu umat, tetapi memilih menghadirkan keberagaman sebagai ujian.
Melalui berbagai tantangan dan perbedaan itulah manusia diuji untuk menunjukkan ketaatan, menggunakan akal dengan baik, serta terus memperbaiki diri.
5. Berlomba-lomba dalam Berbuat Kebaikan
Salah satu pesan utama dalam Surah Al-Maidah ayat 48 adalah fastabiqul khairat atau berlomba dalam kebaikan.
Dilansir dari Mozik.inilah.com bahwa ayat ini mendorong umat Islam untuk lebih fokus memperbanyak amal saleh dan memberi manfaat kepada sesama daripada memperdebatkan perbedaan.
6. Semua Manusia Akan Kembali kepada Allah
Pada akhir ayat, Allah SWT menegaskan bahwa seluruh manusia akan kembali kepada-Nya dan mempertanggungjawabkan setiap perbuatan.
Karena itu, ayat ini menjadi pengingat agar setiap muslim memanfaatkan hidup untuk memperbanyak kebaikan dan menjalankan ajaran-Nya dengan sebaik-baiknya.
Itulah makna Surah Al-Maidah ayat 48 yang mengajarkan pentingnya berpegang pada kebenaran dan berlomba dalam kebaikan. Untuk membaca surat lainnya lengkap dengan bacaan Arab dan arti kamu bisa kunjungi kanal Al-Qur’an Digital di https://www.owrite.id/surah/.





















