Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 31 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Indonesia Unggul Jumlah Kampus, tetapi Tertinggal dalam Lulusan STEM: Apa Penyebabnya?
Hype

Indonesia Unggul Jumlah Kampus, tetapi Tertinggal dalam Lulusan STEM: Apa Penyebabnya?

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Juli 30, 2026 6:27 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
Ilustrasi para sarjana
Ilustrasi para sarjana (Foto: Unsplash/Bunly Hort)
SHARE

Indonesia Unggul Jumlah Kampus, tetapi Tertinggal dalam Lulusan STEM: Apa Penyebabnya? Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah perguruan tinggi terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Daftar isi Konten
  • Jumlah Perguruan Tinggi
  • Persentase Lulusan STEM
  • Magnet Investasi
  • Porsi Beasiswa LPDP
  • Lulusan STEM

Namun, banyaknya kampus ternyata belum otomatis menghasilkan banyak lulusan di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Data Education at a Glance 2024 yang diolah Politika Research & Consulting menunjukkan bahwa proporsi lulusan STEM di Indonesia baru mencapai 18,5 persen. Angka ini masih jauh di bawah Malaysia (43,5 persen) dan Singapura (34,3 persen).

Jumlah Perguruan Tinggi

Indonesia menguasai sekitar 52,2 persen total perguruan tinggi di ASEAN dengan estimasi 3.300 institusi. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibanding Filipina (1.977), Vietnam (240), Malaysia (200), dan negara ASEAN lainnya.

Baca juga:
Usai 20 Tahun Identik Lagu Galau, d'Masiv Kini Berani Go… Setelah lebih dari dua dekade kerap melahirkan karya lewat lagu bertema patah…
Viral Pelajar Datang ke BNI Pakai Troli Pasien demi PIP,… Baru-baru ini viral di media sosial seorang pelajar mendatangi BNI Cabang Lubuk…
Resep Sarapan Tinggi Protein Nggak Bikin Ngantuk, Cocok Buat Stock… Pernah sadar nggak sih baru beberapa jam setelah sarapan bukannya semangat tapi…
  • Usai 20 Tahun Identik Lagu Galau, d'Masiv Kini Berani Go Global dengan…
  • Viral Pelajar Datang ke BNI Pakai Troli Pasien demi PIP, Ternyata Begini…
  • Resep Sarapan Tinggi Protein Nggak Bikin Ngantuk, Cocok Buat Stock di Freezer!

Fakta ini menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi di Indonesia relatif luas. Kampus tersedia di hampir seluruh provinsi, baik negeri maupun swasta.

Partisipasi Kuliah Stagnan, UGM Dorong Perluas Beasiswa dan Evaluasi Kampus Asing

Namun, keunggulan jumlah institusi tidak otomatis berbanding lurus dengan kualitas maupun arah kompetensi lulusan.

Persentase Lulusan STEM

Di tengah dominasi jumlah kampus, Indonesia justru memiliki proporsi lulusan STEM yang relatif rendah. Data menunjukkan:

  • Indonesia: 18,5%
  • Malaysia: 43,5%
  • Singapura: 34,3%

Artinya, dari setiap 100 lulusan perguruan tinggi di Indonesia, hanya sekitar 18–19 orang yang berasal dari bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.

Padahal, bidang STEM merupakan fondasi penting bagi transformasi digital, industri manufaktur, kecerdasan buatan, energi terbarukan, hingga riset kesehatan.

Rendahnya proporsi lulusan STEM bukan sekadar persoalan angka, tetapi juga berkaitan dengan daya saing ekonomi dan kemampuan menarik investasi.

Magnet Investasi

Dari data terbitan Politika Research & Consulting disebutkan bahwa Malaysia memiliki proporsi lulusan STEM sebesar 43,5 persen. Ketersediaan tenaga kerja terampil menjadi salah satu faktor yang mendukung pengembangan ekosistem teknologi di negara tersebut.

Ini menjadi bukti bahwa negara dengan pasokan talenta STEM yang kuat cenderung lebih mudah menarik investasi berbasis teknologi.

Bagi investor global, keberadaan lulusan STEM berarti tersedianya sumber daya manusia yang siap bekerja di sektor teknologi, rekayasa, data, dan riset.

Karena itu, rendahnya jumlah lulusan STEM di Indonesia dapat berdampak pada kemampuan negara dalam memenuhi kebutuhan industri masa depan.

Porsi Beasiswa LPDP

Pemerintah sebenarnya telah mulai mendorong penguatan STEM melalui kebijakan pendanaan pendidikan. Porsi beasiswa LPDP untuk bidang STEM terus meningkat:

  • 2013–2022: 47%
  • 2023: 52%
  • 2024: 58%
  • Target 2025: 67%
  • Arah kebijakan 2026: 80%

Kenaikan ini menunjukkan adanya kesadaran bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak talenta di bidang sains dan teknologi.

Meski demikian, peningkatan beasiswa belum otomatis menaikkan jumlah lulusan STEM secara signifikan. Masalahnya tidak hanya terletak pada pendanaan, tetapi juga pada ekosistem pendidikan dan industri.

Lulusan STEM

Rendahnya proporsi lulusan STEM di Indonesia tentu tidak terjadi tanpa sebab. Persoalan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Merangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa penyebab tertinggalnya lulusan STEM di Indonesia:

  1. Minat terhadap jurusan STEM masih rendah. Banyak siswa lebih memilih jurusan non-STEM yang dianggap lebih mudah atau sesuai dengan minat mereka.
  2. Kemampuan dasar matematika dan sains masih perlu diperkuat. Hasil PISA menunjukkan literasi matematika dan sains siswa Indonesia masih menjadi tantangan.
  3. Pembelajaran dan fasilitas STEM belum optimal. Proses belajar masih cenderung teoretis, sementara fasilitas laboratorium dan teknologi belum merata di semua daerah.
  4. Keterkaitan dengan dunia kerja masih terbatas. Kolaborasi kampus dan industri serta gambaran prospek karier STEM belum cukup kuat untuk menarik lebih banyak mahasiswa.

Banyaknya perguruan tinggi menjadi potensi besar bagi Indonesia. Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan potensi tersebut mampu melahirkan lebih banyak lulusan STEM yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing global.

Tag:Inovasi TeknologiKualitas Perguruan TinggiLulusan STEMPendidikan Indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Arti Istilah “Orang Have” hingga “Orang Not Yet”, Bahasa Gaul Gen Z yang Lagi Viral di Media Sosial
By Ani Ratnasari
Ilustrasi percakapan gen z
1
Survei Meroket Lewati Prabowo, Akankah Dedi Mulyadi Tinggalkan Gerindra demi Capres 2029?
By Rahmat Tunny
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berjalan menuju ruangan setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
2
Digiring KPK dengan Rompi Oranye, Bupati Pemalang Anom Minta Maaf Usai Kena OTT
By Rahmat Baihaqi
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ditahan KPK usai kena OTT.
3
Jika Elektabilitas Mau Meroket, Prabowo Harus Berani Reshuffle Tiga Menteri Ini
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
4
Kepuasan Publik Terjun Bebas jadi Jalan Terjal Prabowo Menuju Pilpres 2029
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan uang Rp10,27 triliun ke kas negara dari hasil pengaihan denda administratif di bidang kehutanan senilai Rp3,42 triliun, hasil pajak PBB dan non PBB hasil pengawasan Satgas PKH senilai Rp6,84 triliun serta 2,37 juta hektare lahan kawasan hutan yang telah berhasil dikuasai kembali ke negara.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi pelajar datang ke Bank
Hype

Viral Pelajar Datang ke BNI Pakai Troli Pasien demi PIP, Ternyata Begini Penjelasan Bank

Baru-baru ini viral di media sosial seorang pelajar mendatangi BNI Cabang Lubuk…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
band d'Masiv
Hype

Usai 20 Tahun Identik Lagu Galau, d’Masiv Kini Berani Go Global dengan Single Bahasa Inggris

Setelah lebih dari dua dekade kerap melahirkan karya lewat lagu bertema patah…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
14 jam lalu
Gili Trawangan (Sumber: laman Islander)
HypeTourism

Pesona Gili Trawangan, Destinasi Wisata yang Kembali Jadi Sorotan

Gili Trawangan merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia yang terkenal dengan…

Ossid Duha Jussas SalmaAmin-Suciady-Owrite
By
Ossid Duha Jussas Salma
Amin Suciady
24 jam lalu
Destinasi Wisata Favorit 2026
HypeTourism

Jadi Destinasi Wisata Favorit 2026, Ini Daya Tarik Australia’s Coral Coast

Di tahun 2026, minat wisatawan Asia Tenggara terhadap experiential travel dan wisata…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
24 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up