Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 25 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Partisipasi Kuliah Stagnan, UGM Dorong Perluas Beasiswa dan Evaluasi Kampus Asing
Nasional

Partisipasi Kuliah Stagnan, UGM Dorong Perluas Beasiswa dan Evaluasi Kampus Asing

Rika PangestiHardani Triyoga
Last updated: Juni 25, 2026 7:03 am
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 jam lalu
Share
Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). (Sumber: itb.ac.id)
Ilustrasi foto Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). (Sumber: itb.ac.id)
SHARE

Rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia kembali menjadi sorotan. Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai kondisi tersebut sebagai pekerjaan rumah besar yang harus segera ditangani pemerintah.

Menuurut UGM, persoalan itu penting bila pemerintah ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional.

Masukan itu disampaikan Wakil Rektor UGM, Wening Udasmoro, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Panitia Kerja (Panja) Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Komisi X DPR RI pada Rabu, 24 Juni 2026.

Baca juga:
TII: Dugaan Suap Demonstrasi Mahasiswa Ancam Kebebasan Akademik Dugaan adanya pemberian uang kepada mahasiswa untuk memengaruhi arah demonstrasi dinilai sebagai…
Fenomena Aneh Terungkap, Ribuan Kursi PTN Terancam Kosong karena Peserta… Tingginya jumlah peserta yang lolos seleksi perguruan tinggi negeri (PTN) tetapi tak…
DPR Sorot Sengkarut SPMB: Joki Ujian Makin Tech-Savvy Sampai Tren… Praktik joki dan kecurangan yang memanfaatkan teknologi masih menjadi pekerjaan rumah dalam…
  • TII: Dugaan Suap Demonstrasi Mahasiswa Ancam Kebebasan Akademik
  • Fenomena Aneh Terungkap, Ribuan Kursi PTN Terancam Kosong karena Peserta Menghilang
  • DPR Sorot Sengkarut SPMB: Joki Ujian Makin Tech-Savvy Sampai Tren 'Ghosting' Kampus…

Jauh dari Ideal

Menurut Wening, selama puluhan tahun angka lulusan SMA yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tidak mengalami peningkatan signifikan. Kata dia, angka itu hanya bertahan di kisaran 30 hingga 35 persen setiap tahun.

Sudah sejak lama, bertahun-tahun, berpuluh tahun, jumlah mahasiswa SMA yang masuk perguruan tinggi ini hanya sekitar 30 sampai 35 persen setiap tahunnya,”

kata Wening.

Ia menilai angka tersebut masih jauh dari ideal. Karena itu, pemerintah didorong untuk memperluas jangkauan program beasiswa agar lebih banyak lulusan SMA memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi.

Kalau menurut saya pemerintah mungkin perlu memperluas jangkauan beasiswa agar mahasiswa SMA yang masuk ke perguruan tinggi itu tidak hanya 30 sampai 35 persen. Tapi, bisa mungkin 50 sampai 60 persen,”

ujarnya.
Ricuh Diskusi UGM dan Cap Pengkhianat Reformasi, Substansi Kritik Mahasiswa Jangan Dikaburkan

Wening menjelaskan perluasan bantuan pendidikan akan membuka akses yang lebih besar bagi siswa untuk melanjutkan studi. Hal itu baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung data penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang mayoritas justru berada di perguruan tinggi swasta.

Karena sampai saat ini mungkin Bapak Ibu juga sudah mendengar bahwa KIPK ini justru banyak itu pada perguruan tinggi swasta, 55 persen. Itu laporan dari Dikti,”

kata Wening.

Selain membahas akses pendidikan, UGM turut menyoroti semakin banyaknya perguruan tinggi asing yang membuka kampus di Indonesia. Menurut Wening, pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan tersebut agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi penguatan pendidikan tinggi nasional.

Perlu meninjau ulang masuknya perguruan tinggi dari luar negeri ke Indonesia. Ini semakin banyak,”

jelas Wening.

Ia mempertanyakan kontribusi nyata kampus asing terhadap pengembangan kapasitas perguruan tinggi dalam negeri.

Pada kenyataannya, mungkin mereka ke sini hanya nyari uang, tidak membuat perguruan tinggi kita bertambah berdaya,”

ujar Wening.
Baca juga:
Said Didu Curiga Ada Operasi Politik: Prabowo Dibuat Antikritik, Gibran… Aktivis senior yang juga mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu, mengaitkan…
Kesenjangan Masuk Kampus Jadi Alarm, DPR Bongkar Masalah Akses Pendidikan… Kesenjangan akses pendidikan tinggi di Tanah Air jadi sorotan DPR RI dan…
Geger Pengakuan BEM UBK soal Duit Demo, Gibran Diminta Buka… Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) tengah…
  • Said Didu Curiga Ada Operasi Politik: Prabowo Dibuat Antikritik, Gibran Dipoles Pro…
  • Kesenjangan Masuk Kampus Jadi Alarm, DPR Bongkar Masalah Akses Pendidikan Tinggi
  • Geger Pengakuan BEM UBK soal Duit Demo, Gibran Diminta Buka Fakta Sebenarnya,…

Dalam rapat yang sama, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, turut menyampaikan usulan perbaikan sistem penerimaan mahasiswa baru. Ia mendorong penyelarasan jadwal seleksi nasional dan seleksi mandiri agar proses penerimaan mahasiswa menjadi lebih efektif.

Nah, jadi yang mungkin bisa dilakukan adalah pelaksanaan seleksi nasional dan mandiri itu diselaraskan kalendernya. Kemudian, juga nilai UTBK itu bisa dimanfaatkan baik oleh PTN maupun PTS,”

kata Tatacipta.

Menurutnya, model tersebut telah diterapkan di berbagai negara maju. Calon mahasiswa terlebih dahulu mengetahui nilai ujian yang diperoleh sebelum menentukan kampus yang sesuai dengan peluang dan kemampuannya.

Di negara-negara yang maju itu sistemnya seperti itu. Dia tes, dapat nilainya, kemudian dia tahu dia bisa diterima di mana,”

ujarnya.

Tatacipta juga menekankan pentingnya penguatan sistem digitalisasi dan keamanan siber dalam pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru di Indonesia.

Saya kira ini memang sudah harus dilakukan,” tuturnya.

tuturnya.

Tag:BeasiswaKampusMahasiswaPemerintahugm
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Partisipasi Kuliah Stagnan, UGM Dorong Perluas Beasiswa dan Evaluasi Kampus Asing
By Rika Pangesti
Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). (Sumber: itb.ac.id)
1
Harga BBM Tak Kunjung Turun Meski Minyak Dunia Anjlok Usik Rasa Keadilan Rakyat
By Rahmat Tunny
Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta
2
Geger Pengakuan BEM UBK soal Duit Demo, Gibran Diminta Buka Fakta Sebenarnya, Berani?
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).
3
Sadis Aniaya Pacar, Taufik Akan Diperiksa Kejiwaan dan Ditahan di Sel Khusus
By Rahmat Baihaqi
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung.
4
Harga Gas Industri Meroket, DPR Turun Tangan Usai 55 Ribu Buruh Terancam PHK
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (kedua kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait potongan komisi untuk layanan ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Orang tua siswa berdiri di depan layar informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung) di SMKN 1 Cimahi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2026).
Nasional

Fenomena Aneh Terungkap, Ribuan Kursi PTN Terancam Kosong karena Peserta Menghilang

Tingginya jumlah peserta yang lolos seleksi perguruan tinggi negeri (PTN) tetapi tak…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
13 jam lalu
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal
Nasional

Nasib 4 PMI di Somalia Belum Jelas, DPR Desak Kemlu Tunjuk Negosiator Khusus

Nasib empat Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang disandera di Somalia selama dua…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
13 jam lalu
Wakil Rektor UI Prof Hamdi Muluk.
Nasional

Kesenjangan Masuk Kampus Jadi Alarm, DPR Bongkar Masalah Akses Pendidikan Tinggi

Kesenjangan akses pendidikan tinggi di Tanah Air jadi sorotan DPR RI dan…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
13 jam lalu
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna menjelaskan pertemuan tertutup Menkeu Purbaya dengan JA ST Burhanuddin.
Nasional

100 SPPG Diduga Bodong, Lokasinya Ada di Hutan hingga Tengah Kuburan, Mau Kasih Makan Hantu?

Sebanyak 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga fiktif tersebar di kawasan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Baihaqi
Amin Suciady
14 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up