Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026. Rupiah menguat sebesar 0,32 persen atau 58 poin ke level Rp17.969 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan menguatnya rupiah didorong oleh data tenaga kerja AS, yakni Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS AS).
Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh data JOLTS AS yang lebih lemah dari perkiraan,”
kata Lukman kepada Owrite, Rabu, 5 Agustus 2026.
Lukman menambahkan penguatan rupiah juga didorong oleh kabar dibukanya kembali Selat Hormuz, usai adanya laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan.
Namun, Lukman menyampaikan penguatan rupiah ini akan terbatas. Sebab, pasar kini tengah menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 yang bakal disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS).
Penguatan diperkirakan terbatas menjelang rilis data PDB Indonesia kuartal II siang ini,”
jelasnya.
Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.900 per dolar AS hingga Rp18.050 per dolar AS.


















