Setelah sukses menyelenggarakan acara Owrite Goes to Campus di Universitas Trisakti pada 12 Juni 2026, sinergi Owrite dan Universitas Trisakti kembali terjalin lewat media kampus Suara Trisakti.
Owrite berkomitmen untuk membantu mahasiswa membangun media yang profesional, mulai dari tata kelola redaksi hingga penguatan kualitas jurnalistik.
Komitmen itu disampaikan Pemimpin Redaksi Owrite Sayid Iskandarsyah saat menerima kunjungan jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti di Kantor Owrite, Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia menegaskan Owrite tak hanya sekadar mendampingi produksi konten, tetapi juga siap mengawal tata kelola media mahasiswa itu dari hulu ke hilir.
Media itu harus punya badan hukum, penanggung jawab, mekanisme redaksi, hingga pengelolaan media digital yang baik agar bisa berjalan profesional. Kami ingin mendampingi teman-teman Trisakti dalam proses itu,”
ujar Sayid Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, media mahasiswa memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar memublikasikan kegiatan kampus.
Fungsi Kontrol Sosial
Menurutnya, pers mahasiswa merupakan ruang belajar jurnalistik sekaligus wadah menjalankan fungsi kontrol sosial yang tetap berpegang pada prinsip independensi dan kepentingan publik.
Pers itu alat perjuangan. Bukan untuk kepentingan individu, melainkan menyampaikan kepentingan masyarakat. Karena itu, media harus dibangun dengan idealisme sekaligus profesionalisme,”
katanya.
Sayid juga mendorong agar Suara Trisakti dibangun secara berkelanjutan melalui sistem organisasi yang kuat sehingga tidak bergantung pada pergantian kepengurusan mahasiswa setiap tahunnya.
Sinergi ini disambut hangat oleh perwakilan BEM Universitas Trisakti. Presiden Mahasiswa Trisakti periode 2025/2026 Dhenni Ribowo mengapresiasi dukungan Owrite dalam berbagai agenda mahasiswa selama ini.
Saat ini, proses kebangkitan Suara Trisakti masih terus dimatangkan. Wakil Presiden Mahasiswa Trisakti Muhammad Ardiyansyah Putra mengungkapkan proses rekrutmen gelombang kedua sedang berjalan, sebelum calon anggota memasuki tahap pembekalan teknis.
Fokus utama kami adalah membangun legitimasi Suara Trisakti terlebih dahulu. Setelah itu, media ini bisa berjalan secara maksimal,”
ujar Putra.
Dampak dari kolaborasi ini pun sudah mulai terasa di tataran mahasiswa. Pengurus BEM Trisakti Arif menceritakan bagaimana program Owrite Goes to Campus berhasil membuka mata para mahasiswa tentang seluk-beluk dunia kerja pers.
Teman-teman jadi tahu cara kerja media, dari peliputan sampai peran news anchor. Semangat jurnalistik di Trisakti memang harus dihidupkan lagi, sayang kalau mahasiswa hanya bersuara saat aksi di jalan saja,”
ujar Arif.
Melalui kerja sama ini, baik Owrite maupun BEM Universitas Trisakti berharap Suara Trisakti tak sekadar ‘hidup kembali’, tetapi tumbuh menjadi media kampus yang berbobot, independen, dan menjadi ruang aspirasi tepercaya bagi seluruh sivitas akademika.
























