Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup menguat pada Rabu, 5 Agustus 2026. Rupiah menguat 0,52 persen ke level Rp17.933 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG menguat tipis 0,50 persen di level 6.351.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, nilai tukar negara Asia yang menguat diantaranya Ringgit Malaysia (MYR) 0,05 persen, Baht Thailand (THB) 0,08 persen.
Kemudian Rupee India (INR) menguat 0,18 persen terhadap dolar AS, Won Korea (KRW) menguat 0,24 persen, dan Peso Filipina (PHP) menguat 0,69 persen.
Gegara Ekonomi Kuartal II


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan penguatan rupiah ini didorong oleh laporan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa ekonomi kuartal II-2026 tumbuh 5,29 persen.
Data pertumbuhan ekonomi kuartal II yang di rilis BPS berbanding terbalik dengan para ekonom yang memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 akan berada antara 4,8 persen sampai 4,9 persen,”
ujar Ibrahim dalam risetnya Rabu, 5 Agustus 2026.
Adapun untuk perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah akan ditutup melemah di rentang Rp17.930 per dolar AS hingga Rp17.980 per dolar AS.
Saham Menguat


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp14,9 triliun dengan melibatkan 40,2 miliar saham dalam 2,3 juta kali transaksi. Sebanyak 406 saham naik, 178 tidak bergerak, dan 208 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) menguat 25,40 persen ke Rp79
- PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) menguat 25 persen ke Rp440
- PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) menguat 25 persen ke Rp675
Adapun saham yang paling banyak dibeli asing atau net foreign buy diantaranya:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp404,43 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp129,87 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp116,06 miliar























