Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok, Publik Lebih Percaya Kondisi Ekonomi Riil daripada Angka Pemerintah
Ekonomi Bisnis

Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok, Publik Lebih Percaya Kondisi Ekonomi Riil daripada Angka Pemerintah

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Agustus 7, 2026 5:01 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.)
SHARE

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menurun tajam sekitar 30 persen dalam sembilan bulan terakhir. Hal itu berdasarkan Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Daftar isi Konten
  • Kunci Indikator Ekonomi 
  • Gubernur BI Jadi Penentu
  • Survei SMRC

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita menilai turunnya elektabilitas Presiden Prabowo tak bisa dilepaskan dari dinamika ekonomi. Sebab, persepsi publik terhadap kinerja presiden sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat sehari-hari.

Persepsi publik terhadap kinerja presiden sangat sensitif terhadap ‘felt economy‘, yakni kondisi ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat sehari-hari. Bukan hanya angka makro yang terlihat baik di atas kertas,”

ujar Ronny kepada Owrite Jumat, 7 Agustus 2026.
Baca juga:
Prabowo Bilang Kecerdasan Bukan dari Sekolah, Tetapi Ditempa Kesulitan Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa kecerdasan seseorang tidak ditentukan oleh latar belakang…
Prabowo Harus Paham, Oposisi Justru Bisa Menyelamatkan Pemerintahannya Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengingatkan Presiden Prabowo Subianto, agar tidak…
Koalisi Gemuk Bikin Demokrasi Sakit, Pemerintahan Berisiko Lumpuh Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana, mengkritik konfigurasi politik pemerintahan saat ini…
  • Prabowo Bilang Kecerdasan Bukan dari Sekolah, Tetapi Ditempa Kesulitan
  • Prabowo Harus Paham, Oposisi Justru Bisa Menyelamatkan Pemerintahannya
  • Koalisi Gemuk Bikin Demokrasi Sakit, Pemerintahan Berisiko Lumpuh

Ronny menilai, meski pertumbuhan ekonomi yang diumumkan pemerintah berada di kisaran 5 persen, tetapi jika tidak menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan daya beli maka akan berdampak pada elektabilitas politik.

Meskipun pertumbuhan ekonomi masih berada di kisaran 5 persen lebih, jika kualitas pertumbuhan tersebut tidak inklusif, tidak menciptakan lapangan kerja yang memadai, atau tidak meningkatkan daya beli, maka secara politik itu akan tetap dihukum oleh publik,”

jelasnya.

Kunci Indikator Ekonomi 

Konsumen saat sedang berbelanja di Superindo. (Sumber: Owrite/Dusep)
Konsumen saat sedang berbelanja di Superindo. (Sumber: Owrite/Dusep)

Ronny menjelaskan, ada beberapa indikator ekonomi kunci yang paling berpengaruh terhadap penurunan elektabilitas. Pertama daya beli masyarakat yang masih tertekan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, meski inflasi secara umum masih terkendali tetapi tekanan harga pada komoditas pangan lebih dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Walaupun inflasi headline terkendali, tekanan harga pada kelompok pangan bergejolak seringkali jauh lebih terasa bagi kelas menengah bawah,”

jelasnya.

Kedua, kondisi pasar tenaga kerja menjadi perhatian utamanya terkait gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), perlambatan rekrutmen, dan meningkatnya informalitas.

Kondisi pasar tenaga kerja, terutama terkait gelombang PHK, perlambatan rekrutmen, dan meningkatnya informalitas. Bahkan ketika PMI manufaktur mulai ekspansif, jika itu belum diterjemahkan menjadi penciptaan kerja yang luas, publik tidak akan merasakan perbaikan,”

ujar Ronny.

Selain itu beberapa data ekonomi ini juga ikut menjadi perhatian masyarakat seperti:

IndikatorJumlahPeriode Data
Pekerja Terkena PHK32.389 orangJanuari – Juni 2026
Sumber Kemenaker.
KategoriJumlah (Juta Orang)Persentase (%)
Penduduk Bekerja148,1995,35%
Pengangguran7,224,65%
Total Angkatan Kerja155,41100,00%
Data BPS.
Kategori PekerjaJumlah (Juta Orang)Proporsi dari Total Bekerja (%)
Pekerja Penuh98,98366,79%
Pekerja Paruh Waktu38,41925,93%
Setengah Pengangguran10,7877,28%
Total Penduduk Bekerja148,189100,00%
Data BPS.
Sektor PekerjaanJumlah (Juta Orang)Persentase (%)
Pekerja Formal60,3140,70%
Pekerja Informal87,8859,30%
Total Penduduk Bekerja148,19100,00%
Data BPS.

Lebih lanjut, ketiga penurunan elektabilitas juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Menurutnya, depresiasi rupiah yang terus terjadi dapat membentuk persepsi negatif di masyarakat.

Depresiasi yang mendekati level psikologis tertentu akan cepat membentuk persepsi krisis, meskipun fundamentalnya belum tentu separah itu,”

tuturnya.

Keempat, kinerja sektor eksternal terutama lonjakan impor yang tidak diimbangi ekspor. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terhadap defisit transaksi berjalan dan ketergantungan pada pembiayaan asing.

Di samping itu Ronny mengatakan, di luar indikator ekonomi kredibilitas kebijakan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam membentuk persepsi publik.

Ia menilai, saat publik melihat adanya inkonsistensi antara ambisi belanja negara yang besar dengan komitmen menjaga disiplin fiskal dapat menggerus kepercayaan masyarakat. 

Dalam konteks ini, narasi besar seperti Program Makan Bergizi Gratis atau ekspansi belanja negara akan dinilai bukan dari niatnya, tetapi dari efektivitas distribusinya dan dampaknya terhadap ekonomi riil,”

tuturnya.

Gubernur BI Jadi Penentu

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Eks Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Selain itu, Ronny menilai pentingnya sosok yang akan mengganti Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Sebab, figur yang terpilih akan memengaruhi kepercayaan pasar sekaligus persepsi publik terhadap pemerintahan Prabowo.

Penunjukan Gubernur Bank Indonesia pengganti Perry Warjiyo, dampaknya terhadap elektabilitas Presiden akan sangat bergantung pada satu hal utama, yakni persepsi independensi dan kredibilitas,”

jelasnya.

Menurutnya, pasar dan publik tidak hanya melihat siapa sosok pengganti Perry, tetapi apakah figur tersebut mampu menjaga stabilitas moneter secara profesional, bebas dari tekanan politik jangka pendek. 

Jika pengganti tersebut dipersepsikan kuat, teknokratis, dan berani mengambil kebijakan tidak populer demi stabilitas, misalnya menjaga inflasi dan nilai tukar, maka ini bisa menjadi penyangga bagi elektabilitas Presiden karena menciptakan rasa aman di pasar dan masyarakat,”

katanya.

Sebaliknya, bila penunjukan itu dianggap politis, lemah secara teknis, atau terlalu akomodatif terhadap agenda fiskal pemerintah maka risikonya akan besar. Ketidakpercayaan pasar bisa langsung tercermin pada tekanan terhadap rupiah, kenaikan yield obligasi, dan volatilitas pasar keuangan. 

Efek lanjutannya adalah transmisi ke sektor riil, yaitu biaya kredit naik, investasi tertahan, dan pada akhirnya memperburuk persepsi ekonomi publik. Dalam situasi seperti itu, elektabilitas Presiden tidak hanya tergerus oleh kondisi ekonomi, tetapi juga oleh persepsi bahwa manajemen krisisnya tidak kredibel,”

ujar Ronny.

Survei SMRC

Adapun merujuk riset temuan SMRC bertajuk Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 51,1 persen.

Survei terbaru SMRC dilakukan dalam kurun waktu 5-19 Juli 2026. Angka itu turun 30,1 poin persentase dibandingkan hasil survei pada November 2025 yang mencatat tingkat kepuasan publik sebesar 81,2 persen.

Metode survei SMRC menggunakan metode double sampling dengan wawancara telepon dan tatap muka. Survei SMRC serta melibatkan 749 responden.

Baca juga:
Demi SDM Unggul, Prabowo Bakal Jorjoran Investasi Riset dan Sekolah… Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan meningkatkan investasi sektor pendidikan dan riset…
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal… Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian pada inovasi genteng biomassa hasil riset Badan…
Hasil Survei PISA Rendah, Prabowo Sedih Kualitas Pendidikan RI Terbelakang Presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin terhadap capaian pendidikan Indonesia yang masih tertinggal…
  • Demi SDM Unggul, Prabowo Bakal Jorjoran Investasi Riset dan Sekolah Standar Internasional
  • Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal 'Gentengnisasi' Rumah…
  • Hasil Survei PISA Rendah, Prabowo Sedih Kualitas Pendidikan RI Terbelakang
Tag:EkonomiElektabilitas Prabowo AnjlokHarga PanganinflasikepuasanKinerja PresidenPHKprabowoPrabowo SubiantoSMRC
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal ‘Gentengnisasi’ Rumah Rakyat?
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
1
Persib Gagal Adu Penalti! Persebaya Cetak Sejarah Jadi Juara Baru Piala Presiden 2026
By Hadi Febriansyah
Persebaya Juara Piala Presiden 2026. (Sumber: Media Piala Presiden)
2
Kapolresta Banda Aceh Diamankan Propam Mabes Polri, Dugaan Kasus Narkoba Bikin Geger!
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi Mabes Polri amankan perwira polisi.
3
Gianni Infantino Tertekan, FIFA Akui Kesalahan soal Rencana Jual Saham Piala Dunia
By Hadi Febriansyah
Gianni Infantino
4
Rupiah Dibuka Loyo ke Level Rp17.935! Ancaman dari Timur Tengah Mulai Menghantui Pasar
By Anisa Aulia
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.
5

BERITA LAINNYA

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Akhir Pekan Ditutup Menghijau, Rupiah Menguat Rp17.897 per Dolar AS dan IHSG Naik 1,04 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Ilustrasi Rumah Tapak.
Ekonomi Bisnis

Penjualan Rumah Membaik di Kuartal II-2026, Masih Ada 70 Persen Pembeli Andalkan KPR

Bank Indonesia (BI) mencatat, adanya perbaikan penjualan rumah dan kenaikan harga properti…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Gedung Kementerian ESDM. (Sumber: Google Street View)
Ekonomi Bisnis

Harga Batu Bara Merosot, ESDM Pangkas HBA Agustus Jadi US$124,44 per Ton

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan Harga Batu bara Acuan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 jam lalu
Kereta Cepat Whoosh
Ekonomi Bisnis

Utang Whoosh Diambil Kemenkeu, Purbaya Beberkan Caranya dan Klaim Tak Bebani APBN

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Kementerian Keuangan akan mengambil alih utang…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up