Belakangan ini, yogurt homemade semakin ramai dibagikan di media sosial. Banyak warganet memperlihatkan hasil fermentasi yogurt buatan sendiri yang tampak kental dan creamy, bahkan tidak sedikit yang mulai membuatnya sebagai alternatif camilan sehari-hari.
Tren tersebut juga membuat banyak orang penasaran untuk mencoba membuat yogurt sendiri di rumah.
Selain dinilai lebih hemat, yogurt homemade memungkinkan seseorang memilih bahan yang digunakan sesuai selera dan kebutuhan.
Merangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasan cara membuat yogurt homemade yang mudah.
Bahan Pembuatan
Bikin yogurt homemade membutuhkan susu dan plain yogurt yang mengandung kultur bakteri hidup sebagai starter.
Beberapa orang juga menambahkan susu bubuk agar tekstur yogurt menjadi lebih kental, tetapi bahan ini bersifat opsional.
Jenis susu yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan maupun selera, misalnya susu full cream untuk menghasilkan tekstur yang lebih creamy atau susu rendah lemak jika menginginkan kandungan lemak yang lebih rendah.
Sementara itu, starter sebaiknya berupa yogurt plain tanpa tambahan pemanis atau perasa.
Peralatan yang Disiapkan
Selain bahannya yang sederhana, peralatan yang digunakan juga mudah ditemukan di rumah. Hanya perlu siapkan panci untuk memanaskan susu, wadah atau stoples bertutup sebagai tempat fermentasi, sendok bersih untuk mengaduk, serta handuk atau kain tebal untuk membantu menjaga suhu tetap hangat selama proses fermentasi berlangsung.
Kebersihan peralatan juga penting diperhatikan agar yogurt tidak terkontaminasi bakteri lain yang dapat memengaruhi hasil akhirnya.
Cara Pembuatan
Sebelum masuk ke tahap fermentasi, pastikan seluruh bahan dan peralatan telah disiapkan dalam keadaan bersih. Perhatikan setiap tahap agar menghasilkan yogurt yang lembut. Berikut tahapan pembuatannya.
1. Panaskan susu hingga hampir mendidih atau mulai muncul gelembung kecil di permukaan. Jangan sampai susu benar-benar mendidih.
2. Diamkan hingga suhu susu menjadi hangat. Suhu yang terlalu panas dapat membunuh bakteri baik pada starter yogurt.
3. Campurkan plain yogurt ke dalam susu hangat, lalu aduk perlahan hingga tercampur rata.
4. Tuang campuran ke dalam wadah yang telah dibersihkan dan tutup rapat.
5. Bungkus wadah dengan kain atau handuk tebal, kemudian simpan di tempat hangat selama sekitar 7–12 jam agar proses fermentasi berlangsung.
6. Setelah yogurt mengental, simpan di dalam kulkas selama beberapa jam sebelum dikonsumsi agar teksturnya lebih padat dan rasanya semakin segar.
Tips Agar Berhasil
Agar yogurt homemade memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang pas, gunakan plain yogurt yang masih mengandung kultur bakteri hidup sebagai starter serta pastikan seluruh peralatan dalam keadaan bersih.
Selain itu, hindari mencampurkan starter ke dalam susu yang masih terlalu panas karena dapat merusak bakteri baik. Selama proses fermentasi, simpan yogurt di tempat yang hangat dan biarkan hingga prosesnya selesai. Semakin lama waktu fermentasi, tekstur yogurt akan semakin kental.
Cara Penyimpanan
Setelah proses fermentasi selesai, yogurt sebaiknya segera disimpan di dalam kulkas. Penyimpanan pada suhu dingin membantu menghentikan proses fermentasi sehingga rasa dan teksturnya tetap terjaga.
Jika disimpan dalam wadah tertutup dan bersih, yogurt homemade umumnya dapat bertahan sekitar satu hingga dua minggu. Sebagian yogurt juga dapat digunakan sebagai starter untuk pembuatan berikutnya.
Yogurt homemade dapat dinikmati langsung atau dipadukan dengan berbagai bahan sesuai selera. Misalnya dicampur potongan buah segar, madu, granola, atau oatmeal untuk sarapan. Yogurt juga bisa diolah menjadi smoothie, dan saus salad.



















