Yogurt selama ini dikenal sebagai salah satu minuman sehat yang kaya akan probiotik dan baik untuk pencernaan.
Namun, anggapan bahwa semua jenis yogurt pasti menyehatkan ternyata tidak sepenuhnya benar. Pemilihan produk menjadi faktor penting karena tidak semua yogurt memiliki kandungan gula yang sama.
Melalui unggahan di media sosial @bgsadikin, Menkes Budi Sadikin mengingatkan masyarakat agar lebih teliti membaca label kemasan sebelum membeli yogurt.
Menurutnya, banyak orang memilih yogurt dengan tujuan memperoleh manfaat probiotik dan protein, tetapi justru membeli varian dengan aneka rasa yang mengandung gula tambahan cukup tinggi.
Banyak yang beranggapan kalau minum yoghurt itu sudah pasti sehat. Tapi saya kurang setuju, alasannya sederhana, karena semuanya tergantung kalian pilih yoghurt yang mana,”
ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa yogurt rasa buah atau varian manis umumnya mengandung sekitar 10 hingga 25 gram gula per botol.
Sebagian besar gula tersebut berasal dari sukrosa atau pemanis tambahan yang ditambahkan selama proses produksi untuk meningkatkan cita rasa.
Yoghurt rasa-rasa ini menyimpan bahaya karena gulanya tinggi, sekitar 10-25 gram gula per botol, dan itu adalah sukrosa atau pemanis tambahan,”
jelasnya.
Sebaliknya, yogurt plain atau tanpa tambahan rasa memiliki kandungan gula yang jauh lebih rendah, sekitar 4 gram. Gula tersebut sebagian besar merupakan laktosa, yaitu gula alami yang berasal dari susu, bukan gula tambahan.
Informasi Nilai Gizi Pada Kemasan
Karena itu, masyarakat disarankan untuk tidak hanya melihat klaim mengandung probiotik atau baik untuk kesehatan, tetapi juga memperhatikan informasi nilai gizi pada kemasan.
Kandungan protein dan jumlah gula menjadi dua hal penting yang perlu diperiksa sebelum membeli.
Menkes juga menyarankan agar masyarakat memilih yogurt plain atau greek apabila ingin memperoleh manfaat kesehatan secara optimal.
Jenis yogurt ini umumnya memiliki kandungan protein lebih tinggi, probiotik tetap tersedia, serta kadar gula yang lebih rendah dibandingkan banyak varian yogurt dengan tambahan rasa.
Saran saya, kalau benar-benar mau sehat, beli yang PLAIN atau GREEK ya! Varian ini jauh lebih unggul karena proteinnya tinggi, probiotiknya ada, gulanya sangat rendah,”
katanya.
Meski begitu, bukan berarti semua yogurt rasa harus dihindari. Konsumsi yogurt dengan pemanis tambahan tetap dapat dilakukan, asalkan disesuaikan dengan kebutuhan gizi harian dan tidak berlebihan. Orang yang memiliki diabetes, pradiabetes, atau sedang membatasi asupan gula dianjurkan lebih cermat memilih produk.
Lebih lanjut, Menkes juga mengingatkan bahwa kebiasaan konsumsi yogurt dengan kandungan gula tambahan secara berlebihan dapat meningkatkan asupan gula harian. Jika dibiarkan akan meningkatkan resiko berbagai penyakit termasuk diabetes.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memilih yogurt plain atau Greek tanpa tambahan gula, serta selalu mengecek kandungan gula dan protein pada label kemasan, merupakan cara terbaik untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari yogurt.
Jadi, jangan tertipu sama rasa-rasa. Jangan sampai dikira sehat, tapi malah pas Cek Kesehatan Gratis gula darah kalian naik jadi diabetes,”
tegasnya.




















