Agustus merambat. Suasana perayaan kemerdekaan mulai terasa di lingkungan masyarakat. Jalan-jalan dihiasi bendera Merah Putih, gapura dipercantik, sementara warga bersiap menggelar berbagai kegiatan untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.
Semarak Agustusan tidak hanya ditandai dengan berbagai perlombaan yang digelar di lingkungan sekolah, kampung, maupun perkantoran. Ada pula sejumlah tradisi yang sudah melekat dalam perayaan kemerdekaan dan terus dilakukan dari tahun ke tahun.
Tradisi tersebut menjadi bagian dari cara masyarakat memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus mempererat kebersamaan. Apa saja tradisi yang identik dengan perayaan 17-an di Indonesia? Merangkum dari berbagai sumber, berikut berbagai tradisi di Nusantara:
1.Upacara Bendera
Salah satu kegiatan paling identik setiap 17 Agustus, upacara peringatan Hari Kemerdekaan digelar di berbagai tempat, mulai dari tingkat nasional hingga sekolah dan lingkungan masyarakat. Pengibaran Merah Putih dan penghormatan kepada para pahlawan menjadi bagian penting dari peringatan.
2. Pawai dan Karnaval
Biasanya diselenggarakan lingkup RT, RW, kelurahan, hingga pawai yang diselenggarakan tingkat kecamatan. Pawai atau karnaval menjadi ajang kreativitas, para peserta membuat kostum, kendaraan hias, properti berukuran besar yang kemudian diarak bersama dalam rombongan. Bentuk pun beragam, seperti tokoh pahlawan, karakter budaya, hewan endemik Indonesia, hingga berbagai ikon daerah.
3. Malam Tirakat
Malam tirakat biasanya digelar pada 16 Agustus malam, menjelang peringatan kemerdekaan. Warga berkumpul untuk berdoa bersama, mengenang jasa para pahlawan, dan mensyukuri kemerdekaan dan dilanjut dengan tumpengan.
Pada tahun ini, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI secara kenegaraan telah dimulai sejak 1 Agustus 2026 melalui kegiatan seperti zikir dan doa kebangsaan, sementara puncak upacara kemerdekaan akan dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Monumen Nasional (Monas).
4. Hias Kampung
Menjelang 17 Agustus, warga biasanya mulai bergotong royong memasang bendera Merah Putih, umbul-umbul, lampu hias, dan berbagai dekorasi bernuansa kemerdekaan. Gapura kampung juga sering dicat atau dihias dengan tema kemerdekaan. Kegiatan ini bukan hanya memperindah lingkungan, tapi juga menjaga kerukunan warga.
5. Pentas Seni
Anak-anak hingga orang dewasa dapat menampilkan tari tradisional, musik, drama, hingga kesenian khas daerah. Pentas seni membuat perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan dan mempertahankan budaya lokal.
6. Barikan
Barikan merupakan tradisi syukuran yang dikenal di sejumlah daerah di Jawa. Warga berkumpul bersama, biasanya di ruang terbuka atau jalan kampung, sambil membawa makanan untuk disantap bersama. Sebelum makan, warga biasanya memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur.
7. Pacu Kude
Di Aceh terdapat Pacu Kude. Dalam tradisi pacuan kuda ini, para joki menunggangi kuda dan berpacu di lintasan untuk menjadi yang tercepat hingga mencapai garis finis. Pacuan kuda tradisional ini juga pernah menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan oleh Suku Gayo di Aceh.
8. Telok Abang
Telok Abang merupakan telur rebus yang dihias menggunakan kertas warna-warni dan menjadi salah satu bagian dari kemeriahan bulan kemerdekaan di Palembang. Telur dihias menyerupai bentuk tertentu dan dapat ditempatkan pada miniatur kapal, pesawat, atau kendaraan lain.
Mendarah Daging
Beragam tradisi tersebut menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan di Indonesia tidak hanya berlangsung melalui perlombaan. Setiap daerah memiliki cara tersendiri untuk memeriahkan peringatan hari ulang tahun lewat kegiatan bersama, kesenian, maupun tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain menambah semarak peringatan HUT RI, berbagai kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan mengenalkan keberagaman budaya Indonesia.
























