Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Kenapa Jenazah di Toraja Tidak Langsung Dimakamkan? Berikut Tradisi Rambu Solo yang Perlu Kamu Tahu!
Cari Tahu

Kenapa Jenazah di Toraja Tidak Langsung Dimakamkan? Berikut Tradisi Rambu Solo yang Perlu Kamu Tahu!

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Agustus 6, 2026 10:04 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
(Foto: X/ @JoyHardSpoken)
SHARE

Selain dikenal dengan kekayaan alamnya, Indonesia juga dikenal dengan beragam suku dan bahasanya. Tak heran banyak tradisi unik yang ada di Indonesia.

Daftar isi Konten
  • Tradisi Rambu Solo
  • Tidak Langsung Dimakamkan?
  • Prosesi Rambu Solo
  • Kerbau Simbol Kehormatan
  • Tingkatan Upacara Berbeda
  • Bisa Disaksikan Wisatawan

Karena di setiap daerah punya tradisi yang sudah diwariskan secara turun temurun dan masih dijaga hingga sekarang. Salah satunya tradisi Rambu Solo, yang merupakan upacara adat pemakaman khas Suku Toraja yang terkenal hingga mancanegara.

Kalau biasanya pemakaman identik dengan suasana sunyi, haru, dan penuh air mata. Tapi beda dengan prosesi pengantaran menuju peristirahatan terakhir di Toraja.

Di Toraja, prosesi pemakaman justru dilakukan melalui serangkaian upacara adat yang sakral, melibatkan banyak keluarga besar, masyarakat, hingga ada berbagai pertunjukan budaya. Tak heran jika tradisi ini memancing rasa penasaran wisatawan lokal maupun mancanegara.

Baca juga:
Bukan Film Aksi, Permainan Tradisional ini Pakai Bola Api Beneran,… Kalau biasanya permainan sepak bola itu pakainya bola yang terbuat dari kulit,…
Mengenal Sejarah Angklung, Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional Indonesia yang memiliki nilai sejarah…
Gegara Materi Stand Up Singgung Adat Toraja, Pandji Pragiwaksono Diperiksa… Komika Pandji Pragiwaksono diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada…
  • Bukan Film Aksi, Permainan Tradisional ini Pakai Bola Api Beneran, Berani Coba?
  • Mengenal Sejarah Angklung, Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO
  • Gegara Materi Stand Up Singgung Adat Toraja, Pandji Pragiwaksono Diperiksa Polri

Tradisi Rambu Solo

Rambu Solo merupakan upacara adat pemakaman masyarakat Toraja yang bertujuan menghormati sekaligus mengantarkan arwah orang yang meninggal menuju Puya, yaitu alam roh menurut kepercayaan tradisional Toraja.

Melansir dari laman Indonesia kaya, tradisi ini berasal dari kepercayaan Aluk Todolo, sistem kepercayaan leluhur yang telah berkembang sejak sekitar abad ke-9.

Nama Rambu Solo sendiri merujuk pada upacara yang dilaksanakan ketika matahari mulai condong ke barat atau setelah tengah hari.

Bagi masyarakat Toraja, kematian bukanlah akhir kehidupan, melainkan proses menuju dunia berikutnya. Karena itulah, seseorang yang meninggal belum dianggap benar-benar “pergi” sebelum seluruh rangkaian Rambu Solo selesai dilaksanakan.

Tidak Langsung Dimakamkan?

Salah satu hal yang paling menarik perhatian dari tradisi ini adalah alasan kenapa jenazah seringkali tidak langsung dimakamkan setelah meninggal dunia.

Jika keluarga belum mampu secara finansial untuk melaksanakan upacara Rambu Solo, jenazah biasanya tidak akan langsung dimakamkan.

Mengenal Upacara Ngaben di Bali, Tradisi Sakral Mengantarkan Roh Menuju Kehidupan Berikutnya

Tapi bagi kalangan berada, jenazah juga umumnya akan disimpan di dalam rumah adat selama 6 bulan, 1 tahun, bahkan hingga 3 tahun lebih. Selama masa tunggu tersebut, jenazah akan berstatus sebagai “orang sakit” atau To Makula‘ yang harus dirawat dan diberi makan setiap harinya.

Hal ini terjadi karena penyelenggaraan Rambu Solo membutuhkan biaya yang besar. Keluarga biasanya memerlukan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk mengumpulkan dana sebelum upacara dapat dilaksanakan secara lengkap.

Selain itu, Menurut asas kekeluargaan Toraja, upacara Rambu Solo tidak akan dimulai sebelum seluruh anggota keluarga besar termasuk yang merantau di luar pulau atau luar negeri bisa pulang kampung. 

Jika di keluarga bangsawan, juga harus berdiskusi dengan tetua adat untuk menentukan bulan yang “baik” untuk menggelar pesta besar, biasanya jatuh pada bulan liburan seperti Juli atau Agustus.

Prosesi Rambu Solo

Tradisi ini terdiri dari beberapa tahapan yang berlangsung selama beberapa jam bahkan berhari-hari.

Pertama, keluarga akan mempersiapkan berbagai kebutuhan upacara, mulai dari tempat penyemayaman, pondok bagi tamu, hingga hewan kurban seperti kerbau dan babi.

Selanjutnya jenazah dibungkus menggunakan kain khusus dan peti dihias dengan ornamen emas atau perak sebelum diarak menuju lokasi upacara.

Prosesi arak-arakan biasanya diiringi tarian adat, nyanyian, serta kehadiran keluarga besar yang datang dari berbagai daerah.

Setelah itu dilakukan ritual penyembelihan kerbau dan babi. Dalam budaya Toraja, kerbau dipercaya menjadi kendaraan yang mengantarkan arwah menuju Puya. Semakin tinggi status sosial seseorang, semakin banyak kerbau yang biasanya dikorbankan.

Tahap terakhir adalah membawa peti jenazah menuju lokasi pemakaman yang umumnya berada di tebing batu, gua, atau rumah makam khusus. Masyarakat Toraja meyakini bahwa lokasi makam yang tinggi akan memudahkan perjalanan arwah menuju alam roh.

Kerbau Simbol Kehormatan

Jika melihat prosesi Rambu Solo, kamu akan menemukan banyak kerbau di lokasi upacara.

Bukan tanpa alasan, kerbau merupakan hewan yang sangat dihormati dalam budaya Toraja. Hewan ini dipercaya menjadi kendaraan arwah menuju Puya sekaligus menjadi simbol penghormatan terakhir dari keluarga.

Bahkan, kerbau belang khas Toraja atau Tedong Bonga memiliki nilai yang sangat tinggi karena dianggap memiliki makna spiritual sekaligus status sosial.

Tingkatan Upacara Berbeda

Tidak semua Rambu Solo dilaksanakan dengan skala yang sama. Karena besarnya upacara bergantung pada status sosial keluarga maupun orang yang meninggal. 

Secara umum terdapat beberapa tingkatan, mulai dari upacara sederhana bagi masyarakat biasa hingga Rapasan, yaitu upacara paling megah yang dahulu diperuntukkan bagi kalangan bangsawan.

Perbedaan tersebut terlihat dari lamanya prosesi, jumlah tamu yang hadir, hingga banyaknya kerbau yang dikorbankan.

Bisa Disaksikan Wisatawan

Salah satu lokasi paling populer untuk menyaksikan Rambu Solo adalah kawasan adat Kete Kesu di Toraja Utara, sekitar 14 kilometer dari Kota Rantepao.

Di kawasan ini, pengunjung juga dapat melihat deretan rumah adat Tongkonan yang telah berusia ratusan tahun, makam batu di tebing, serta hamparan sawah yang menjadi ciri khas lanskap Toraja.

Wisatawan biasanya dapat mengunjungi kawasan ini dengan membayar tiket masuk yang relatif terjangkau. Namun, karena Rambu Solo merupakan upacara adat yang sakral, pengunjung diharapkan bisa menjaga sikap, berpakaian sopan, serta menghormati seluruh prosesi yang sedang berlangsung.

Di balik prosesi yang panjang dan megah, Rambu Solo menyimpan banyak nilai kehidupan. Tradisi ini mengajarkan tentang penghormatan kepada orang tua, pentingnya gotong royong, solidaritas keluarga besar, hingga menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Tak heran jika Rambu Solo bukan hanya menjadi daya tarik wisata budaya, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki cara unik dalam memaknai kehidupan dan kematian.

Tag:Budaya IndonesiaPemakaman TorajaRambu SoloTorajaTradisi Rambu Solo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Asal Usul Lomba Makan Kerupuk, Tradisi Ikonik Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Lomba Makan Kerupuk saat Hari Kemerdekaan.
1
Aksi Mulia Numan Nomad: Jelajah Nusantara Sambil Bantu Mahasiswa Lulus Skripsi Tanpa Biaya
By Ossid Duha Jussas Salma
Numan Nomad
2
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
3
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
4
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
5

BERITA LAINNYA

Mesin telegraf untuk komunikasi berbasis sandi Morse (Sumber: Unsplash/Amsterdam City Archives)
Cari Tahu

Mengenal Sandi Morse, Kode Komunikasi yang Masih Dipelajari Pramuka Dunia

Menjelang peringatan Hari Pramuka setiap 14 Agustus, berbagai kegiatan kepramukaan kembali digelar…

Ossid Duha Jussas Salmadusep-malik
By
Ossid Duha Jussas Salma
Dusep Malik
14 jam lalu
Sejumlah anggota pramuka melakukan defile saat Apel Akbar Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur
Cari Tahu

Hari Pramuka 14 Agustus: Tonggak Sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia

Setiap bulan Agustus, berbagai sekolah, instansi, hingga organisasi di Indonesia mulai bersiap…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
23 jam lalu
Monumen 4 Pilar di Halaman Kampus Trisakti, Jakarta Barat. (Sumber: Owrite/Ani Ratnasari)
Cari Tahu

Empat Pilar Empat Nyawa: Kisah di Balik Monumen Tragedi 12 Mei Trisakti 

Kalau kamu sering lewat di depan Universitas Trisakti, Jakarta Barat mungkin pernah…

Ani Ratnasaridusep-malik
By
Ani Ratnasari
Dusep Malik
2 hari lalu
Ilustrasi anak main gadget
Cari Tahu

Anak Mulai Tak Bisa Lepas dari Gadget? Dokter Ungkap Tanda Kecanduan Wajib Diwaspadai Orang Tua

Di era digital seperti saat ini, gawai telah menjadi bagian dari kehidupan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up