Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 9 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / ‘Jahitan’ Fatmawati hingga ‘Pena’ Ruhana Kuddus: Ini 8 Srikandi Penembus Dinding Penjajahan
Cari Tahu

‘Jahitan’ Fatmawati hingga ‘Pena’ Ruhana Kuddus: Ini 8 Srikandi Penembus Dinding Penjajahan

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
Last updated: Agustus 9, 2026 11:20 am
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
3 jam lalu
Share
Delapan perempuan pejuang kemerdekaan RI.
Delapan perempuan pejuang kemerdekaan RI. (Dibuat oleh AI)
SHARE

Perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak hanya dilakukan oleh kaum laki-laki. Di berbagai daerah, perempuan turut berperan menghadapi penjajahan dengan mengangkat senjata, maupun melalui pendidikan, dan pergerakan.

Tak hanya Cut Nyak Dien dari Aceh, beberapa tokoh lain menjadi bukti bahwa perempuan turut memberikan pengorbanan besar dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Baca juga:
Merah Putih 'Panggil' Nusantara: Ini 8 Tradisi Unik 17-an Penjaga… Agustus merambat. Suasana perayaan kemerdekaan mulai terasa di lingkungan masyarakat. Jalan-jalan dihiasi…
Sambut HUT RI, Ini 10 Rekomendasi Lomba 17 Agustus Paling… Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus tidak hanya dirayakan di…
Sebar Konten Hoaks Ajakan Demo 17 Agustus, Warga Ciamis Ditangkap… Seorang warga asal Ciamis inisial DM (45) ditangkap penyidik Direktorat Reserse (Ditres)…
  • Merah Putih 'Panggil' Nusantara: Ini 8 Tradisi Unik 17-an Penjaga Kebersamaan Warga
  • Sambut HUT RI, Ini 10 Rekomendasi Lomba 17 Agustus Paling Seru untuk…
  • Sebar Konten Hoaks Ajakan Demo 17 Agustus, Warga Ciamis Ditangkap Ditres Siber…

Penasaran siapa saja pahlawan perempuan yang berjuang untuk Indonesia? Dilansir dari laman Komnas Perempuan, berikut daftarnya:

  • Monia Latualinya

Monia Latualinya merupakan Srikandi Hatuhaha yang berperan sebagai Kapitan Alaka dalam perlawanan terhadap penjajah Belanda. Ia dikenal karena keberanian dan semangat dalam menggerakkan masyarakat Hatuhaha, Kabupaten Maluku Tengah, untuk melawan penjajahan. Perjuangan Monia berlangsung sekitar 180 tahun sebelum perlawanan Martha Christina Tiahahu pada 1817.

  • Fatmawati

Fatmawati menjahit Bendera Sang Saka Merah Putih yang kemudian dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Kain bendera berukuran sekitar 300 cm × 200 cm, terbuat dari katun. Bendera itu kemudian dikibarkan oleh Latief Hendraningrat dan Suhud.

  • Lasminingrat

Ia mengajar, menyadur buku, serta mendirikan sekolah untuk membuka kesempatan perempuan memperoleh pengetahuan dan berperan di ruang publik. Beberapa karya Lasminingrat antara lain Tjarita Erman, Warnasari, dan Warnasari Djilid II.

  • Opu Daeng Risaju

Opu Daeng Risaju, yang bernama asli Famajjah, aktif dalam Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Pada 14 Januari 1930, ia mendirikan cabang PSII di Palopo, Sulawesi Selatan. Aktivitasnya membuat pemerintah kolonial Belanda khawatir. Ia kemudian ditangkap dan dipenjara selama 13 bulan karena dianggap menggerakkan rakyat melawan pemerintah kolonial.

  • Rasuna Said

Ia dikenal sebagai pejuang perempuan yang aktif dalam politik dan pendidikan, serta propagandis. Sejak 1926, ia terlibat dalam Sarekat Rakyat dan berani berpidato mengkritik pemerintah kolonial Belanda. Pada 1932, setelah berpidato dalam rapat umum PERMI di Payakumbuh, ia ditangkap dan kemudian dijatuhi hukuman 14 bulan penjara dengan tuduhan ujaran kebencian.

  • Ruhana Kuddus

Pada 1912, ia mendirikan surat kabar perempuan Soenting Melajoe. Melalui media tersebut, Ruhana menulis tentang persoalan perempuan, termasuk kritik terhadap pernikahan di bawah umur, poligami, dan pembatasan perempuan dalam bidang ekonomi.

  • Martha Christina Tiahahu

Martha Christina Tiahahu adalah pejuang perempuan asal Maluku Tengah yang turut ikut ke medan perang melawan penjajahan Belanda. Pada 1817, ketika masih berusia sekitar 17 tahun, ia ikut berjuang bersama rakyat Maluku dalam perlawanan terhadap Belanda. Perlawanan berlangsung sengit hingga akhirnya Martha ditangkap oleh Belanda, lantas dibawa ke Pulau Jawa untuk diasingkan.

  • Nyi Ageng Serang

Ia turut berjuang dalam Perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825–1830) dan memimpin pasukan dalam menghadapi Belanda. Meski telah berusia lanjut, Nyi Ageng Serang tetap turun ke medan perjuangan. Ia dikenal menggunakan strategi penyamaran dengan daun keladi (lumbu) untuk mengelabui pasukan Belanda.

Kisah mereka menjadi pengingat bahwa perempuan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Semangat, keberanian, dan pengorbanan para tokoh tersebut patut dikenang, terutama saat bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

Baca juga:
Pengamat: Narasi Antek Asing Ala Prabowo Keliru, Penjajah Kini Hanya… Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang kerap mengaitkan pengkritik pemerintah dengan “antek asing”…
  • Pengamat: Narasi Antek Asing Ala Prabowo Keliru, Penjajah Kini Hanya Berganti Wajah

Tag:FatmawatiHUT ke-81 RIkemerdekaanPahlawanPahlawan Perempuanpenjajah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Cibir Keluhan Pasien BPJS dan Diduga Langgar Sumpah: IDI Bakal Panggil Dokter Nirempati
By Syifa Fauziah
Ilustrasi kritik sikap nirempati tenaga medis terhadap keluhan pasien BPJS.
1
Buntut Pasien BPJS Telantar Berjam-jam: PB IDI Minta Rumah Sakit Diaudit
By Syifa Fauziah
Ilustrasi koridor rumah sakit penuh sesak.
2
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
3
Anak Sering Bawa Pulang MBG untuk Ibunya, BGN Kini Perketat Larangan
By Rika Pangesti
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 106162, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
4
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi kostum karnaval HUT RI.
Cari Tahu

Merah Putih ‘Panggil’ Nusantara: Ini 8 Tradisi Unik 17-an Penjaga Kebersamaan Warga

Agustus merambat. Suasana perayaan kemerdekaan mulai terasa di lingkungan masyarakat. Jalan-jalan dihiasi…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
7 jam lalu
Mesin telegraf untuk komunikasi berbasis sandi Morse (Sumber: Unsplash/Amsterdam City Archives)
Cari Tahu

Mengenal Sandi Morse, Kode Komunikasi yang Masih Dipelajari Pramuka Dunia

Menjelang peringatan Hari Pramuka setiap 14 Agustus, berbagai kegiatan kepramukaan kembali digelar…

Ossid Duha Jussas Salmadusep-malik
By
Ossid Duha Jussas Salma
Dusep Malik
3 hari lalu
Cari Tahu

Kenapa Jenazah di Toraja Tidak Langsung Dimakamkan? Berikut Tradisi Rambu Solo yang Perlu Kamu Tahu!

Selain dikenal dengan kekayaan alamnya, Indonesia juga dikenal dengan beragam suku dan…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Sejumlah anggota pramuka melakukan defile saat Apel Akbar Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur
Cari Tahu

Hari Pramuka 14 Agustus: Tonggak Sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia

Setiap bulan Agustus, berbagai sekolah, instansi, hingga organisasi di Indonesia mulai bersiap…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up