Presiden Prabowo Subianto mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menjaga independensi dinilai menjadi tantangan Destry, di tengah kebutuhan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan status Destry sebagai calon tunggal memberikan kepastian dan mengurangi spekulasi pasar. Namun, komitmen dalam menjaga independensi menjadi catatan penting yang harus diperhatikan Destry.
Tantangan Destry ke depan justru bukan pada kapasitas teknisnya, tetapi pada bagaimana menjaga independensi BI di tengah kebutuhan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,”
ujar Yusuf saat dihubungi Owrite Selasa, 11 Agustus 2026.
Yusuf menegaskan, koordinasi antara BI dan pemerintah tetap diperlukan, Namun, batas antara kebijakan yang ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dan kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi harus tetap jelas.
Koordinasi antara BI dan pemerintah tentu diperlukan, tetapi batas antara kebijakan untuk menjaga stabilitas harga dan kebutuhan mendorong pertumbuhan harus tetap jelas,”
jelasnya.
Pengalaman Jadi Modal Penting


Menurut Yusuf, pengalaman Destry sebagai Deputi Gubernur Senior sejak 2019, dan sebagai pejabat sementara menjadi modal penting dalam melanjutkan kepemimpinan bank sentral.
Pengalaman Destry sebagai Deputi Gubernur Senior sejak 2019 dan sebagai pejabat sementara membuat transisi kepemimpinan relatif mulus. Pasar melihat tidak akan ada perubahan mendadak dalam arah kebijakan, khususnya dalam menjaga stabilitas rupiah dan inflasi,”
jelasnya.
Secara teknis jelas Yusuf, Destry memiliki pengalaman cukup lengkap mulai dari lembaga riset, perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga Bank Indonesia.
Modal ini penting karena tantangan BI bukan hanya soal suku bunga, tetapi juga bagaimana kebijakan moneter, makroprudensial, dan stabilitas sistem keuangan berjalan secara seimbang,”
tuturnya.
Ujian Destry


Di sisi lain, penguatan rupiah setelah pengumuman pencalonan Destry menunjukkan respons positif pasar. Pasar melihat adanya kesinambungan arah kebijakan BI.
Penguatan rupiah setelah pengumuman nominasi menunjukkan bahwa pasar sejauh ini merespons positif karena melihat adanya kesinambungan kebijakan,”
tuturnya.
Meski demikian, kepercayaan pasar akan diuji melalui kebijakan konkret yang akan diambil Destry jika resmi menjadi Gubernur BI. Beberapa kebijakan yang akan menjadi perhatian pasar antara lain terkait suku bunga, stabilisasi nilai tukar, hingga pengelolaan likuiditas.
Kepercayaan itu tetap akan diuji melalui keputusan konkret, terutama mengenai suku bunga, stabilisasi nilai tukar, dan pengelolaan likuiditas,”
imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto sudah mengajukan nama Destry Damayanti calon Gubernur BI. Surat presiden (surpres) sudah dikirim Prabowo ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Namanya tunggal satu nama, yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti, yang sekarang beliau menjabat sebagai Pejabat Gubernur sementara,”
ujar Prasetyo kepada wartawan Senin, 10 Agustus 2026.






















