Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026. Rupiah melemah sebesar 0,26 persen atau 47 persen ke level Rp17.802 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah didorong oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang kembali menaikkan harga minyak mentah dunia,”
ujar Lukman kepada Owrite Selasa, 11 Agustus 2026.
Sentimen Domestik


Sedangkan dari dalam negeri, Lukman menjelaskan pelemahan rupiah karena investor saat ini tengah menantikan data penjualan ritel yang akan dirilis oleh Bank Indonesia (BI).
Dari domestik, investor menantikan data penjualan ritel yang diperkirakan akan tumbuh 1,8 persen,”
jelasnya.
Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan bahwa rupiah akan ditutup melemah di level Rp17.750 per dolar AS hingga Rp17.850 per dolar AS.
Berdasarkan data perdagangan hari ini, beberapa nilai tukar negara Asia turut melemah diantaranya Peso Filipina (PHP) 0,43 persen, Rupee India (INR) melemah 0,09 persen, dan Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,06 persen.























