Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mempertanyakan sikap pemerintah Indonesia yang dinilainya terlalu ragu untuk menyampaikan ucapan belasungkawa kepada pihak lain.
Menurutnya memberikan ucapan duka bukan sesuatu yang semestinya ditakuti. Megawati mengungkapkan hal itu saat menyinggung hubungan Indonesia dengan sejumlah negara yang menurutnya masih menaruh perhatian besar terhadap posisi dan sejarah diplomasi Indonesia.
Ia mengatakan dirinya justru tidak melihat alasan untuk takut menyampaikan condolence atau ucapan belasungkawa. Bahkan, jika diminta, Megawati mengaku siap melakukannya.
Please harus ada yang berikan condolence, ya saya akan berikan itu. Nggak ada di pikiran saya takut beri condolence pada seseorang kok mesti takut, coba pikirkan nih,”
kata Megawati saat pidato dalam acara Ekspos Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II yang dikutip dari YouTube Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut Megawati, sikap tersebut bukan sekadar persoalan mengucapkan belasungkawa. Ia melihatnya sebagai bagian dari cara Indonesia menjaga hubungan dengan negara lain sekaligus mempertahankan posisi yang selama ini telah dibangun.
Megawati kemudian mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam diplomasi internasional. Salah satunya melalui Konferensi Asia Afrika yang digelar di Bandung dan diikuti 29 negara.
Kenapa kita dihormati di PBB? Karena kita bisa selenggarakan konferensi yang belum ada pada saat itu pun Asia Afrika, siapa yang buat? Indonesia tahu. Hanya 29 negara,”
ujarnya.
Ia menilai sejarah tersebut membuat Indonesia memiliki tempat tersendiri di mata banyak negara.
Megawati bahkan menceritakan pertemuannya dengan Duta Besar Iran yang menurutnya menunjukkan masih kuatnya penghormatan terhadap sejarah hubungan Indonesia dengan negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika.
Makanya saya sampai kaget, ketika saya didatangi Dubes Iran,”
kata Ketua Umum PDIP itu.
Dalam kesempatan itu, Megawati juga minta pemerintah tidak melupakan posisi Indonesia di mata negara lain. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak sekadar mengejar kedudukan, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap bangsa dan sejarahnya.
Masa kalian ini hanya mau jadi seseorang hanya kedudukan dan sebagiannya, proud-nya mana?”
ujarnya.
Megawati kemudian menyampaikan pesan lebih keras kepada jajaran pemerintahan. Menurutnya, banyak negara masih menghayati dan menghormati Indonesia, sehingga pemerintah harus mampu menjaga hubungan tersebut.
Hey yang namanya siapapun yang ada di dalam pemerintahan yang ada di Republik Indonesia, dengarkan saya ngomong ini. Ini bukan buat siapa siapa? Ini mengingatkan kembali bahwa kita dihayati betul oleh banyak negara,”
tutur Megawati.
Ia juga menyinggung persoalan teknis yang menurutnya jangan sampai menjadi alasan Indonesia ragu mengambil sikap.
Kan saya mikir coba mereka ingin supaya Indonesia itu masih menghormati mereka, mikir. Jangan melongo saja!”
katanya.
Megawati bahkan mempertanyakan jika Indonesia sampai terlihat tidak lagi menjadi bagian dari hubungan yang selama ini dibangun bersama negara-negara lain.
Masak kalian ini nggak malu, dihormati oleh banyak negara. Sampai begitu mereka mintanya, supaya jangan kelihatan Indonesia tidak menjadi kesatuan lagi dari mereka,”
ujar Megawati.




















