Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute (TII), Putu Rusya Adijaya mengingatkan calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti untuk menjaga independensi bank sentral di tengah luasnya ruang koordinasi kebijakan ekonomi, termasuk keterlibatan Danantara dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Menurut Putu, posisi Danantara yang memiliki portofolio bank-bank Himbara perlu menjadi perhatian karena KSSK juga diisi lembaga yang memiliki kewenangan besar di sektor perbankan.
Harapannya adalah agar beliau tetap terus menjaga independensi bank sentral. Pelemahan independensi bank sentral mengikis kredibilitas kebijakan moneter dan membahayakan stabilitas harga,”
kata Putu Rusya lewat keterangan tertulis kepada Owrite, Kamis, 13 Agustus 2026.
Jejak Destry Damayanti Panjang
Karena itu, ia menilai Destry bukan sosok baru dalam dunia kebanksentralan dan secara kapasitas personal tidak perlu diragukan.
Dari sisi rekam jejak, Destry Damayanti merupakan sosok yang tidak asing lagi di dunia kebanksentralan. Sudah puluhan tahun berkarir di sektor ekonomi dan keuangan. Jadi, secara sosok sudah tidak diragukan lagi,”
jelasnya.
Namun, menurut Putu, tantangan Destry ke depan bukan hanya menjaga kredibilitas secara personal, tetapi memastikan independensi BI tetap terjaga ketika kebijakan moneter harus berkoordinasi dengan kebijakan fiskal dan sektor keuangan.
Kebijakan moneter bisa memengaruhi kebijakan fiskal dan sebaliknya kebijakan fiskal bisa memengaruhi kondisi moneter. Stabilitas makroekonomi membutuhkan koordinasi antara kebijakan moneter, fiskal dan sektor keuangan,”
terangnya.
Perkuat Koordinasi KSSK
Lanjut Putu, koordinasi antaranggota KSSK tetap diperlukan agar kebijakan ekonomi tidak berjalan sendiri-sendiri.
Tetapi, koordinasi tersebut harus tetap memiliki batas yang jelas agar masing-masing lembaga tidak kehilangan fungsi dan independensinya.
Jadi, harus saling koordinasi antaranggota KSSK agar kebijakannya tidak jalan satu-satu dan jadi egosentris,”
ucapnya.


Putu mengatakan rekam jejak Destry Damayanti di sektor ekonomi dan keuangan sebenarnya sudah cukup panjang.
Mengingat Danantara resmi dilibatkan dalam KSSK dan portofolio Danantara yang mencakup bank-bank Himbara, di mana anggota KSSK orisinal ada Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS,”
jelasnya.
Putu mengatakan keberadaan OJK dan LPS juga memiliki keterkaitan kuat dengan sektor perbankan. Karena itu, masuknya aktor non-regulator dalam ruang koordinasi kebijakan ekonomi dinilai perlu diikuti batas tata kelola yang jelas.
OJK dan LPS ini tugasnya juga heavy ke perbankan. Banyak ekonom dan ahli yang sudah menghimbau bahwa hal ini berpotensi melanggar tata kelola kelembagaan dan dapat menimbulkan kekhawatiran dari investor asing mengenai independensi pengambilan keputusan,”
ungkapnya.
Menurut Putu, kekhawatiran tersebut terutama berkaitan dengan persepsi investor terhadap independensi pengambilan keputusan di sektor keuangan.
Karena itu, Destry dinilai perlu memastikan batas kewenangan dan fungsi BI tetap jelas ketika koordinasi kebijakan melibatkan semakin banyak aktor di luar regulator.
Jadi, Destry juga harus draw the line di tengah ekspansi ruang koordinasi kebijakan ekonomi yang melibatkan aktor-aktor non-regulator,”
tutupnya.
























