Analis politik dan intelijen Universitas Nasional Dr. Selamat Ginting, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak terlalu lama mempertahankan orang-orang lama (orang Jokowi-red) yang masih memiliki pengaruh politik di pemerintahan.
Dikatakannya, mereka yang merasa kekuasaannya terancam akibat rencana reshuffle justru berpotensi membalikkan keadaan dan melawan Presiden.
Oligarki itu karena tidak nyaman, bukan cuma oligarki tapi orang yang potensi di-reshuffle kabinet ini, itu berpotensi sekali untuk juga membalikkan keadaan,”
kata Selamat Ginting dikutip dari podcast YouTube ForumkeadilanTV, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurutnya, Presiden perlu berani mencopot pihak-pihak yang memiliki pengaruh politik lama jika memang dianggap tidak lagi sejalan dengan arah pemerintahannya.
Apalagi semakin lama keputusan reshuffle ditunda, semakin besar pula potensi pihak yang kehilangan kepentingan untuk melakukan perlawanan.
Seperti saya bilang, kalau Presiden terlalu lama mencopot orang-orang tertentu, maka orang-orang ini bisa balik melawan,”
tegasnya.
Langkah reshuffle sangat penting untuk mencegah kekuatan lama tetap memiliki ruang besar dalam pemerintahan Prabowo.
Ini yang menurut saya Presiden mestinya berani untuk mencopot orang-orang yang punya pengaruh politik lama,”
jelasnya.
Ada yang Ketakutan
Ditambahkan Selamat, hilangnya kekuasaan dapat mendorong pihak tertentu berupaya menyelamatkan kepentingan dan aset yang selama ini mereka miliki.
Ada pihak-pihak yang paling tidak nyaman dengan reshuffle kabinet itu, karena dia tidak punya kekuasaan lagi, dia akan menyelamatkan, menurut saya, harta-harta haramnya,”
ujarnya.
Menariknya, lanjut dia, reshuffle juga berpotensi membuka jalan bagi proses hukum terhadap sejumlah pejabat apabila ditemukan persoalan pidana.
Artinya setelah nanti ada reshuffle dan kalau itu benar berani dilakukan oleh Presiden Prabowo, maka sejumlah menteri ini akan ditangkap,”
pungkasnya.





















