Liga Putri Indonesia 2026/2027 segera kembali bergulir setelah kompetisi sepak bola wanita di Tanah Air sempat vakum selama tujuh tahun.
Kehadiran Indonesia Women’s League (IWL) disambut antusias oleh para pemain, termasuk Safira Ika dan Zahra Muzdalifah.
IWL 2026/2027 dijadwalkan mulai pada 17 Oktober 2026. Musim perdana ini diikuti enam klub, yakni FC Bekasi City, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garudayaksa.
Safira Ika menjadi salah satu pemain yang menyambut positif kembalinya kompetisi sepak bola putri.
Pemain yang akan memperkuat Dewa United tersebut menilai keberadaan liga profesional memberikan ruang lebih besar bagi pesepak bola wanita untuk mengembangkan karier di dalam negeri.
Senang sekarang ada wadah yang lebih profesional untuk berkarier di sepak bola di dalam negeri, sehingga kami bisa berkembang dari sisi permainan dan skill,”
kata Safira yang akan bermain untuk Dewa United itu, Rabu 12 Agustus 2026.
Menurut Safira, kompetisi resmi juga memberikan keuntungan dari sisi persiapan fisik. Pemain akan mendapatkan ritme latihan dan pertandingan yang lebih teratur sehingga kebugaran dapat terus terjaga.
Selain itu, sistem kontrak profesional dinilai bisa menjadi langkah awal dalam memberikan kepastian terhadap perjalanan karier pesepak bola putri Indonesia.
Safira turut memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendorong kembali hadirnya kompetisi sepak bola putri di Indonesia.
Terima kasih kepada Pak Erick Thohir, Bu Vivin, dan para Exco yang telah memperjuangkan ini,”
ujar pemain yang menyandang kapten timnas putri Indonesia di berbagai ajang tersebut.
Kembalinya liga dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem sepak bola putri nasional, terutama dengan adanya kompetisi yang berlangsung secara lebih profesional dan terstruktur.
Mimpi Pemain Profesional
Antusiasme serupa datang dari Zahra Muzdalifah. Pemain FC Bekasi City tersebut menyambut positif IWL meski dirinya masih dalam proses pemulihan cedera.
Zahra diperkirakan baru dapat tampil ketika kompetisi memasuki putaran kedua. Meski demikian, dia tetap menilai kembalinya liga sebagai kabar positif bagi sepak bola wanita Indonesia.
Kompetisi sepak bola putri terakhir kali digelar pada 2019. Karena itu, keberadaan IWL menjadi kesempatan yang telah lama dinantikan para pemain.
Meski masih enam klub dan bermain dengan model centralized, bagi saya it’s better than nothing. Ini membuat mimpi kami sebagai pemain profesional benar-benar menjadi kenyataan,”
tutur Zahra.
Zahra juga menilai penerapan sistem drafting merupakan pilihan yang tepat pada tahap awal penyelenggaraan IWL.
Melalui skema tersebut, pemain Timnas Putri Indonesia akan tersebar ke sejumlah klub. Setiap tim mendapatkan komposisi pemain tim nasional sehingga kekuatan antarklub diharapkan menjadi lebih berimbang.
Kondisi tersebut sekaligus memberikan peluang bagi pemain di luar tim nasional untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam kompetisi profesional.
Zahra berharap pemain-pemain tersebut dapat memanfaatkan IWL sebagai panggung untuk membuktikan kualitas dan membuka peluang karier yang lebih luas.
Tolok Ukur Pemain
Bukan hanya pemain yang menyambut positif kompetisi ini. Pelatih sekaligus manajer Persikad Depok, Diego Tobing, juga melihat IWL sebagai langkah penting untuk mengembangkan sepak bola putri Indonesia.
Menurut Diego, kompetisi ini dapat menjadi sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus perkembangan pemain-pemain putri potensial di Tanah Air.
Dengan IWL, sudah pasti lebih menantang karena kompetisi pertama ini akan menjadi tolok ukur baru bagi kelayakan pemain-pemain putri potensial di masa depan,”
ucap Diego.
Dengan adanya kompetisi yang berjalan secara rutin, kualitas pemain diharapkan semakin berkembang dan regenerasi sepak bola putri nasional dapat berjalan lebih baik.
Indonesia Women’s League 2026/2027 akan menggunakan format kompetisi terpusat. Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan.
Laga pembuka akan mempertemukan Persija Jakarta melawan Persita Tangerang pada 17 Oktober 2026.
Kembalinya kompetisi setelah tujuh tahun menjadi momentum penting bagi sepak bola putri Indonesia. Dengan enam klub yang berpartisipasi, IWL diharapkan dapat menjadi fondasi untuk membangun liga wanita yang semakin kompetitif dan berkelanjutan.






















