Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 14 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / The Guardian Bongkar Pabrik Meme Indonesia, Raup Cuan dari Politik AS-Australia
Internasional

The Guardian Bongkar Pabrik Meme Indonesia, Raup Cuan dari Politik AS-Australia

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 14, 2026 11:30 am
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 jam lalu
Share
Gambar ilustrasi dibuat oleh AI
SHARE

Laporan investigasi media asal Inggris, The Guardian berhasil mengungkap keberadaan jaringan ‘pabrik meme’ yang menyebarkan konten politik provokatif atau engagement bait menyangkut Pauline Hanson dan Partai One Nation.

Daftar isi Konten
  • Banyak “Pemain”
  • Monetisasi

Para kreator disebut memproduksi serta menyebarkan konten politik yang menyasar isu sensitif mengenai AS-Australia seperti islam dan imigrasi di Facebook demi mendapatkan uang dari program monetisasi Meta.

Laporan berjudul Inside a meme factory: meet one of thousands of indonesians trading political outrage clicks for Facebook cash yang terbit pada 9 Agustus 2026 ini menyoroti aktivitas sejumlah kreator asal Indonesia yang membuat konten berbau politik untuk menyasar pengguna AS dan Australia.

Dari 14 grup publik yang terdiri dari 8.000 lebih anggota pendukung One Nation yang ditelusuri The Guardian, mayoritas grup dibuat di tahun 2026 dan sebagian besar kontennya disebut berasal dari kreator asing, terutama dari Indonesia.

The Guardian mewawancarai Adira (nama samaran), perempuan yang tinggal di Jawa Barat. Ia merupakan salah satu orang yang aktif mengunggah konten di berbagai grup Facebook pendukung Politikus Australia Pauline Hanson serta sejumlah tokoh konservatif seperti Charlie Kirk, JD Vance, dan Pete Hegseth.

Adira mengaku tidak dibayar oleh agensi politik tertentu, tapi murni untuk mengejar pendapatan dari MEta berdasarkan interaksi yang diperoleh konten.

Kami hanya mencoba mendapatkan lebih banyak dolar. Tidak ada niat ke kanan atau ke kiri,”

kata Adira dikutip dari The Guardian.

Dalam aktivitasnya, Adira mengaku mengunggah foto Pauline Hanson dan mengajak anggota grup untuk berdiskusi mengenai komentar politikus tersebut tentang Islam dan kehidupan di Australia.

Ia juga beberapa kali mengunggah gambar buatan artificial intelligence (AI), termasuk gambar seorang anak berhijab yang memegang tulisan bernada provokatif mengenai keberadaan siswa muslim di sekolah.

Selain join di grup yang berkaitan dengan Pauline Hanson, ia juga aktif di sejumlah grup bertema politik AS, seperti gabung grup “I love the USA’, “JD VANCE 2028” serta “Pete Hegseth fans”.

Banyak “Pemain”

Adira mengaku dia bukanlah satu-satunya kreator asal Indonesia di grup tersebut. Ia sering berbagi informasi dengan sesama kreator Indonesia melalui grup Facebook dan WhatsApp untuk mencari grup komunitas mana yang berpotensi menghasilkan pendapatan lebih besar.

The Guardian menemukan bahwa sebagian konten yang dibuat memang untuk memancing respon pengguna lainnya, seperti menjawab pertanyaan “iya” atau “tidak”. Pola seperti ini disebut sebagai outrage atau poll bait yang dirancang untuk meningkatkan interaksi.

The Guardian mengaitkan aktivitas ini dengan fenomena ekonomi “buzzer” yang ada di Indonesia, dimana akun-akun disewa untuk memperkuat pesan tertentu di media sosial, baik untuk kepentingan komersial maupun politik.

Associate Professor Australia National University Ross Tapsell menjelaskan istilah buzzer ini merupakan gambaran dari banyak akun yang secara bersama-sama menghasilkan “kebisingan” di ruang digital.

Ekosistem seperti ini dapat menarik masyarakat yang rentan secara ekonomi, karena pekerjaan ini tidak membutuhkan keterampilan maupun modal besar.

Monetisasi

Peneliti media digital Queensland University of technology Associate Professor Timothy Graham menilai, fenomena seperti ini bisa muncul karena model monetisasi Meta yang menciptakan insentif atau pembayaran kepada kreator berdasarkan performa konten, termasuk jumlah orang yang melihat dan berinteraksi di unggahan.

The Guardian melaporkan pada 2025, Meta telah membayar hampir 3 miliar dolar AS kepada kreator yang mengunggah konten berupa reels, foto, maupun postingan teks.

Graham menilai fenomena ini tidak lepas dari kreator saja, tapi juga pada sistem platform yang memberikan keuntungan finansial dari tingginya interaksi.

Jika ingin menghentikan masalah ini, Anda harus menghentikan Meta mengeksploitasi populasi untuk mendapatkan uang,”

ujarnya.

The Guardian juga mengungkap karena monetisasi sistem Meta ini, membuat akun asal India yang sebelumnya mengunggah konten berbahasa Hindi mengenai politik India, kemudian beralih memproduksi konten yang berfokus pada politik Australia.

Profesor studi internet Curtin University Crystal Abidin mengatakan “meme factory” tidak selalu berbentuk perusahaan besar. Karena aktivitas ini bisa dilakukan satu orang menggunakan banyak perangkat atau melibatkan puluhan orang yang bekerja secara terkoordinasi.

Ia juga menilai konten kontroversial dapat menguntungkan karena kemarahan, kebencian, dan kontroversi mampu menghasilkan klik serta interaksi.

Sementara itu, Meta mengatakan kepada The Guardian bahwa tujuh dari 14 grup pendukung Hanson yang sebelumnya diidentifikasi dalam investigasi telah ditangguhkan karena melanggar kebijakan platform.

Kasus seperti ini menunjukkan bagaimana insentif monetisasi media sosial dapat membuat konten politik diproduksi bukan karena kepentingan politik, melainkan demi mengejar jumlah tayangan, komentar, dan pendapatan.

Tag:Amerika SerikatAustraliaindonesiamemePolitikthe guardian
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Jokowi Hadir di Sidang Tahunan MPR, Megawati dan SBY Absen
By Rika Pangesti
Presiden Prabowo Subianto tiba di Gedung MPR/DPR/DPD. (Sumber: Dok. DPR)
1
Prabowo Pamerkan Gaji Ketua MA RI Tinggi, Hakim Jadi Benteng Terakhir Masyarakat
By Rahmat Baihaqi
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sidang Tahunan MPR. (Sumber: Dok. DPR)
2
Prabowo Klaim Kerja Habis-habisan untuk Rakyat: Kalender Saya Tidak Ada Tanggal Merah
By Natania Longdong
Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato di Sidang Tahunan MPR.
3
IHSG Dibuka Melemah 0,24 Persen Jelang Prabowo Pidato Nota Keuangan RAPBN 2027
By Anisa Aulia
Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026).
4
Muzani Ingatkan Etika Berdemokrasi: Kritik Boleh Tajam, Tapi Jangan Jadi Kebencian
By Natania Longdong
Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Sidang Tahunan MPR. (Sumber: TV Parlemen)
5

BERITA LAINNYA

Gedung Pancasila Kemlu. (sumber: Kemlu)
Internasional

Kemlu Respons Soal WNI yang Tewas Akibat Rudal Houthi Hantam Kapal Tihama

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan dua dari tiga WNI yang menjadi anak…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 hari lalu
Ilustrasi KRI Sultan Iskandar Muda-367.
Internasional

China Gandeng RI Latihan Militer di Timur Taiwan, Taipei Murka dan Bereaksi Keras

Angkatan Laut China dan Indonesia dijadwalkan menggelar latihan bersama di perairan sebelah…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 hari lalu
Ilustrasi kapal yang diserang rudal.
Internasional

Mengerikan! WNI Jadi Korban Serangan Rudal Houthi, Kapal Tihama Terbakar di Selat Bab al-Mandeb

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang jadi awak kapal dagang Tihama tewas…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Presiden AS Donald Trump. (Sumber: X/@WhiteHouse)
Internasional

Trump Balik Tagih Iran: Tuntut Ganti Rugi atas Puluhan Tahun Konflik

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Senin, 10 Agustus 2026, mengeluarkan…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Natania Longdong
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up