Ratusan siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tak hanya jumlah korbannya saja yang jadi perhatian publik. Tapi netizen juga dibuat geram dengan statement yang diberikan Bupati Karo Antonius Ginting usai mengunjungi para siswa yang dirawat.
Alih-alih meredakan kekhawatiran publik, ucapan Antonius justru memicu kontroversi karena menyebut kondisi para siswa sebagai “berita baik”.
Sebelumnya sebanyak lima sekolah di Karo mengalami keracunan dengan gejala muntah-muntah, gatal-gatal, hingga sesak napas setelah menyantap menu MBG pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Mendapatkan Penanganan Medis
Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Karo, ada sekitar 289 siswa yang mendapatkan penanganan medis.
Siswa tersebut dirawat di lima fasilitas kesehatan. Sebanyak 157 orang berada dRS Amanda, dengan 137 pasien rawat inap dan 20 pasien rawat jalan.
Selain itu ada juga 90 siswa yang dirawat di RS Efarina, 35 orang di RSUD Kabanjahe, 4 orang di RS Mina, dan 3 orang mendapatkan penanganan di Puskesmas Berastagi.
Dilansir dari akun Instagram @mahasiswamelawan.co dalam kunjungannya, Antonius yang juga memiliki latar belakang sebagai spesialis mengatakan kondisi para siswa telah diperiksa satu per satu dan mengatakan dari ratusan siswa yang mengalami keracunan, tidak ada yang berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Dari 255 anak sekolah yang kemungkinan, ini baru kemungkinan gejala keracunan, ini semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan,”
kata Antonius.
Selan menjelaskan kondisi para siswa, ia juga menyebut situasi ini sebagai “berita baik”
Jadi ini berita baik, kalaupun ada suatu kejadian, berita baiknya adalah semua anak-anak kita dalam keadaan baik-baik,”
ungkapnya.
Potongan pernyataan ini kemudian beredar luas di media sosial. Netizen ramai-ramai mempertahankan pemilihan kata “berita baik” yang ia sampaikan.
Padahal beredar potongan video mengenai kondisi siswa yang muntah-muntah di ruang kesehatan.
Salah satunya datang dari akun Instagram @delluuyee yang mempertanyakan penggunaan istilah “berita baik” ketika ratusan siswa harus mendapatkan perawatan medis.
Punya berapa banyak dapur MBG pak? Ko statementnya ‘KABAR BAIK’,”
tulis akun tersebut.
Komentar lain datang dari @marrynjo7021 yang mempertanyakan kondisi tersebut karena jumlah siswa yang terdampak cukup banyak.
Ini sudah KLB (Kejadian Luar Biasa) lo kalau sebanyak ini, kok responnya gitu?”
tulisnya.
Sementara akun @makanenak.berau menyoroti adanya siswa yang mengalami muntah.
Sdh muntah kaya gitu dia bilang masih gejala ga ada ot*k memang,”
komentarnya.
Komentar serupa juga disampaikan akun @rennynainggolansh yang menyoroti kekhawatiran orang tua terhadap kondisi anak-anak mereka.
Bapak kau gak mengkhawatirkan, gak mikirin perasaan orang tuanya klen ya, orangtuanya khawatir setengah mati anaknya keracunan mbg,”
tulisnya.






















