Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap pemerintah menyiapkan pembangunan dan revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh kabupaten/kota.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar ketimpangan layanan kesehatan antara daerah terpencil dan Pulau Jawa.
Budi mengatakan pembangunan RSUD akan menyasar berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan dan terpencil.
Jadi RSUD di kabupaten/kota itu di Maluku, di Nias, di Sumba, di Tual, di Talaud, Miangas nanti akan sama dengan rumah sakit-rumah sakit di Jawa,”
kata Menkes Budi dalam Konferensi Pers RAPBN & Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat DJP, Jumat, 14 Agustus 2026.
441 RSUD
Program 441 RSUD tersebut melengkapi 66 RSUD yang telah masuk dalam program quick win Presiden Prabowo Subianto dan mulai dikerjakan sejak 2025.
Budi menambahkan pembangunan rumah sakit tidak hanya mengejar ketersediaan fasilitas kesehatan, tetapi juga membawa standar fasilitas dan teknologi medis yang selama ini lebih banyak tersedia di kota-kota besar ke daerah.
Salah satunya terlihat di Pulau Anambas. Budi menyebut rumah sakit di wilayah tersebut telah dilengkapi cath lab, fasilitas medis berteknologi tinggi yang biasanya menjadi standar rumah sakit di kota-kota besar.
Di Pulau Anambas, ya, itu ada alat kalau kita kena stroke, ada alat yang namanya cath lab yang sangat modern, yang biasanya menjadi standar di kota-kota besar di Jawa seperti itu,”
ujarnya.
Selain Anambas, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan rumah sakit di sejumlah daerah seperti Halmahera, Toraja Utara, Manggarai Timur, Tanah Tidung, Krui, Bima, Sanana, Bolaang Mongondow, Buru, dan Buton.
Lebih lanjut Budi mengatakan rumah sakit yang dibangun di daerah tersebut juga dirancang dengan fasilitas dan interior yang tidak kalah dari rumah sakit di Pulau Jawa.
Dan rumah sakitnya enggak kalah, dalamnya interiornya juga sama dengan rumah sakit-rumah sakit bagus yang ada di Jawa,”
katanya.
Program Revitalisasi
Model pembangunan tersebut selanjutnya akan direplikasi dalam program revitalisasi 441 RSUD. Dengan demikian, pemerintah berharap kesenjangan kualitas pelayanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil dapat dipersempit.
Namun, pembangunan ratusan rumah sakit tersebut juga menghadirkan tantangan dari sisi pembiayaan. Budi mengatakan pemerintah tengah menyusun skema anggaran agar proyek tersebut tidak mengganggu arus kas pemerintah maupun memperbesar defisit APBN.
Kita sekarang sudah bicara dengan Bappenas, kita bicara juga Kementerian Keuangan, agar benar-benar penganggarannya tidak memberatkan arus kas dari pemerintah dan tidak memberatkan defisit APBN kita,”
kata Budi.
Menurutnya, struktur pembiayaan pembangunan dan revitalisasi RSUD tersebut masih dalam tahap finalisasi.
Strukturnya sudah sedang kita finalisasikan supaya tidak memberatkan baik dari sisi arus kas maupun dari sisi defisit APBN,”
tandasnya.





















