Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menaikkan gaji guru pada tahun 2027. Padahal, alokasi anggaran pendidikan tahun depan naik menjadi Rp820,9 triliun, dibandingkan 2026 yang sebesar Rp720,8 triliun.
Purbaya mengatakan sampai saat ini belum ada rencana untuk menaikkan gaji guru. Namun, tidak menutup peluang gaji guru dinaikkan seiring berjalannya waktu.
Belum direncanakan, tapi bukan berarti nggak mungkin. Kan bisa saja sambil berjalannya waktu nanti kalau memang pemerintah punya uang lebih dan emang dibutuhkan, kita bisa tambah juga. Tapi sekarang belum direncanakan,”
ujar Purbaya di Kantor Pusat DJP dikutip Sabtu, 15 Agustus 2026.
Anggaran Pendidikan Naik


Adapun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 anggaran pendidikan naik menjadi Rp820,9 triliun, dari tahun ini yang sebesar Rp720,8 triliun.
Sesuai dengan Undang-Undang, negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional,”
ucap Purbaya.
Purbaya menjelaskan, anggaran itu direncanakan untuk Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 22,1 juta siswa sebesar Rp15,9 triliun, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada 1,1 juta mahasiswa sebesar Rp17 triliun.
Kemudian Tunjangan Profesi Guru (TPG) non PNS untuk 1,3 juta guru, Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 60,6 juta penerima, pembangunan tujuh sekolah unggul Garuda dengan alokasi Rp2,7 triliun,
Untuk renovasi sekolah dan madrasah itu Rp18,2 triliun. Untuk pembangunan 100 SR dan operasional 166 SR sebesar Rp32,9 triliun,”
jelasnya.
Selanjutnya, anggaran pendidikan tahun depan juga diarahkan untuk BOS kepada 54,2 juta siswa, BOP PAUD kepada 6,3 juta peserta didik, TPG ASND untuk 1,7 juta guru daerah. Lalu TAMSIL ASND kepada 20,7 ribu guru di daerah, BOP untuk 148 museum dan taman budaya, serta beasiswa LPDP.






















