Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap kondisi infrastruktur transportasi laut di sejumlah pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan pihaknya memastikan bahwa keselamatan jadi prioritas utama dalam penanganan kondisi pelabuhan pascagempa.
Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan petugas, serta memastikan fasilitas yang digunakan untuk pelayanan transportasi laut berada dalam kondisi aman,”
kata Masyhud dalam keterangan resmi, Minggu, 16 Agustus 2026.
Masyhud pun menginstruksikan kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah terdampak agar meningkatkan monitoring. Selain itu, memeriksa dan mengamankan fasilitas pelabuhan yang berpotensi mengalami kerusakan lanjutan.
Serta melakukan pemeriksaan terhadap struktur dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, fasilitas listrik/BBM, peralatan bongkar muat, alur pelayaran, dan akses menuju pelabuhan,”
jelas Masyhud.
Dari hasil pemeriksaan itu sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan dan pengamanan. Hal itu termasuk memastikan fasilitas yang mengalami kerusakan tidak digunakan sebelum dinyatakan aman.
Fasilitas yang mengalami keretakan, deformasi, atau indikasi kerusakan struktural, tidak dioperasikan sebelum dinyatakan aman melalui pemeriksaan teknis,”
ujar Masyhud.
Dari laporan yang diterima dari UPT Ditjen Perhubungan Laut, gempa bumi di wilayah NTT berdampak pada sejumlah sarana dan prasarana transportasi laut di wilayah tersebut. Berikut beberapa pelabuhan yang terdampak:
- Pelabuhan Laurentius Say/Maumere.
Gempa bumi mengakibatkan robohnya bagian dermaga dan bangunan terminal penumpang. Saat kejadian, kapal KM Bukit Siguntang sedang sandar di dermaga pelabuhan. Saat ini telah dilakukan langkah-langkah pengamanan terhadap kapal, penumpang, awak kapal, petugas, serta area pelabuhan yang terdampak. - Pelabuhan Labuan Bajo
Terdapat kerusakan pada kantor dan terminal penumpang Pelabuhan Marina Labuan Bajo berupa keretakan tembok dan dermaga. Sementara itu, di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu ditemukan keretakan pada tembok bangunan kantor dan gudang. Dampak terhadap pengguna jasa, beberapa perjalanan wisata yang dibatalkan sementara. Namun saat ini pelayaran sudah dibuka kembali setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami dan dermaga serta terminal penumpang dapat digunakan dengan aman. - Pelabuhan Marapokot
Fasilitas Pelabuhan Marapokot, khususnya causeway dan dermaga eksisting, dilaporkan mengalami penurunan elevasi. Kerusakan lain, pagar pembatas mengalami keruntuhan.
Selain ketiga pelabuhan tersebut, pelabuhan lain yang terdampak dan mengalami kerusakan ringan hingga sedang, yaitu Pelabuhan Reo, Pelabuhan Ende, Pelabuhan Waingapu. Sementara,Pelabuhan Larantuka dilaporkan dalam keadaan aman dan tidak terdapat kerusakan.























