Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan tidak ada penambahan personel TNI pasca kericuhan di Aceh.
Maruli juga memastikan situasi telah terkendali setelah insiden dalam Peringatan Hari Damai Aceh ke-21. Namun, personel TNI dan Polri siap kembali diterjunkan untuk tetap menjaga keamanan dan penegakkan hukum.
“Tidak ada penambahan personel,”
kata Maruli kepada wartawan, Senin, 17 Agustus 2026.
Masih Kondusif
Penambahan personel TNI belum diperlukan hingga saat ini. Jenderal TNI ini mengatakan telah berkoodinasi dengan Pangdam untuk memastikan kondisi Aceh pagi tadi.
“Saya sudah tanya, sampai tadi pagi saya cek, Pangdam tidak perlu (turun tangan). Tetap dukung tugas kepolisian untuk bisa mengamankan wilayah,”
ujar Maruli.
Dia menilai situasi di Aceh relatif aman saat ini, serta memastikan setiap pihak yang diduga terlibat dalam kericuhan tersebut bakal ditindak sesuai aturan.
“Semua bertanggung jawab secara hukum,”
Maruli menegaskan.
Nota
Peringatan Hari Damai Aceh tahun ini menandai 21 tahun penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005 yang mengakhiri konflik bersenjata antara pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Acara yang digelar di area Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, diisi dengan zikir dan doa bersama. Namun, sempat terjadi kericuhan dan ketegangan akibat aksi pengibaran atribut bendera Bulan Bintang.























