Suasana Monumen Nasional (Monas) pada perayaan 17 Agustus kali ini makin ramai. Bukan hanya dipenuhi warga yang datang untuk menikmati hari kemerdekaan, kawasan Monas juga berubah menjadi arena berbagai lomba khas 17-an.
Salah satu yang paling membuat heboh tentu saja panjat pinang. Batang pinang yang sudah dilumuri oli ini menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta yang ingin sampai ke puncak dan membawa pulang hadiah.
Sorak-sorai penonton pun terdengar setiap kali peserta mulai memanjat. Ada yang berhasil naik lumayan tinggi, ada juga yang harus turun lagi karena kehilangan pijakan.


Kompak Menyusun Strategi
Namun, justru di situ serunya. Para peserta harus kompak menyusun strategi dan saling membantu supaya salah satu dari mereka bisa sampai ke bagian paling atas.
Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya usaha mereka membuahkan hasil. Peserta yang berhasil menang langsung merayakan kemenangan dengan penuh semangat.
Salah satunya tim asal Melanglang, Jakarta Timur yang sukses memborong hadiah dari panjat pinang.
Senang sekali bisa memenangkan kompetisi,”
ujar salah satu peserta.


Kemenangan itu pun dirayakan dengan yel-yel penuh semangat dan tidak lupa memberikan dukungan untuk wilayahnya.
Tetap kompak, tetap kompak, merdeka! Melanglang Jakarta Timur, jaya, jaya, jaya, jaya! Semangat, semangat, semangat!”
seru mereka.
Bagi para peserta, panjat pinang bukan hanya soal siapa yang paling cepat sampai puncak. Ada kerja sama, strategi, dan momen seru yang membuat suasana 17 Agustus di Monas menjadi makin hidup.
Apalagi setelah berhasil sampai puncak, rasa lelah dan jatuh bangun selama lomba langsung terbayarkan oleh hadiah yang berhasil dibawa pulang.
Perayaan 17 Agustus pun menjadi terasa lebih lengkap. Selain menikmati suasana Monas, masyarakat juga bisa melihat langsung berbagai lomba tradisional yang setiap tahun selalu punya cara sendiri untuk menghibur.




















