Aktivitas gempa di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlangsung empat hari setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.119 gempa susulan terjadi hingga Selasa, 18 Agustus 2026. Gempa susulan tersebut memiliki kekuatan yang beragam, mulai dari magnitudo 1,3 hingga 6,2.
Jumlah gempa susulan sebanyak 2.119 kali, dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,3,”
kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers melalui Zoom, Selasa, 18 Agustus 2026.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 24 kejadian tercatat memiliki magnitudo di atas 5. Selain itu, masyarakat melaporkan merasakan 70 gempa susulan.
BNPB menyebut aktivitas kegempaan di wilayah NTT hingga kini belum menunjukkan pola peluruhan yang jelas. Kondisi tersebut membuat aktivitas gempa susulan masih bersifat fluktuatif.
Berton memperkirakan kondisi kegempaan secara bertahap mulai lebih stabil dalam beberapa pekan mendatang.
Diperkirakan kondisi ini akan mulai stabil dalam 2–3 minggu ke depan,”
ujarnya.
Catatan BNPB tersebut sejalan dengan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang juga mencatat 2.119 gempa susulan hingga Selasa pukul 05.00 WIB. Rentang kekuatannya tercatat mulai dari magnitudo 1,3 hingga 6,2.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap rangkaian gempa susulan yang masih terjadi. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa utama untuk menghindari risiko tambahan.
Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB.
Gempa tersebut dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik. Besarnya gempa sempat membuat BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami.
Namun, peringatan tsunami kemudian dinyatakan berakhir setelah pemantauan kondisi di lapangan.
Empat hari setelah gempa utama, ribuan gempa susulan masih menjadi perhatian. Dengan aktivitas kegempaan yang belum menunjukkan pola peluruhan yang jelas, masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap mengikuti informasi resmi dari BNPB dan BMKG.























