Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
BNPB mengaku tengah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kemungkinan pemanfaatan dapur MBG untuk membantu kebutuhan pangan warga terdampak.
Bapak Menteri Dalam Negeri sudah menyampaikan bahwa dapur MBG bisa dimanfaatkan. Saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional,”
kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Selasa, 18 Agustus 2026.
Apabila dibutuhkan di lapangan, sambungnya, nantinya dapur MBG tak hanya dimanfaatkan untuk siswa penerima program saja, tapi juga menyediakan makanan bagi warga terdampak gempa.
Bukan hanya untuk siswa tetapi juga untuk para pengungsi,”
ungkapnya.
Distribusi Bantuan
Selain itu, tambah Berton, kebutuhan pangan menjadi salah satu kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi bagi lebih dari 40 ribu pengungsi.
Jumlah pengungsi saat ini kan ada 40 ribu lebih dan pemerintah terus melakukan optimasi distribusi bantuan melalui jalur darat, laut maupun udara,”
ujarnya.
Berton menjelaskan, bantuan kebutuhan dasar yang telah didistribusikan pemerintah antara lain makanan, minyak goreng, air bersih, beras, dan biskuit.
Selain pangan, pemerintah juga terus mendorong pemenuhan kebutuhan air, sanitasi, MCK, hingga tenda bagi warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
Dengan jumlah pengungsi yang terus membutuhkan bantuan dasar, pemanfaatan dapur MBG tersebut masih menunggu hasil koordinasi dan kebutuhan di lapangan.
























