AC Milan disebut segera merampungkan perekrutan Diego Moreira dari Strasbourg. Transfer pemain Timnas Belgia tersebut dijadwalkan diresmikan pada Rabu 19 Agustus 2026.
Moreira sebelumnya telah menjalani pemeriksaan medis pada Selasa. Untuk mendapatkan pemain berusia 22 tahun tersebut, AC Milan harus mengeluarkan biaya transfer yang cukup besar.
Nilai awal transfer Moreira mencapai 50 juta euro. Angka tersebut berpotensi meningkat menjadi 65 juta euro jika sejumlah klausul bonus terpenuhi dan bahkan bisa mendekati 70 juta euro melalui klausul penjualan di masa mendatang.
Nilai transfer Moreira menjadi salah satu perbincangan karena banderolnya di Transfermarkt hanya berada di angka 25 juta euro.
Mantan pemain Belgia, Walter Baseggio, menilai AC Milan membayar terlalu tinggi untuk mendatangkan sang pemain dari Strasbourg.
Milan sepertinya memiliki terlalu banyak uang, Napoli tidak menghabiskan 50 juta euro untuk merekrut Kalidou Koulibaly dari Genk, tetapi cuma 7-8 juta euro,”
kata Baseggio kepada Milannews.
Baseggio kemudian membandingkan transfer Moreira dengan sejumlah pemain yang sebelumnya meninggalkan Liga Belgia.
Begitu juga kepindahan Sergej Milinkovic-Savic dari Genk ke Lazio, dia tidak terlalu mahal. Saya pikir Milan terlalu terburu-buru untuk menyelesaikan transfer Moreira. Valuasinya berlebihan,”
tambahnya.
Puji Kualitas Moreira
Meski menganggap harga transfer Moreira terlalu tinggi, Baseggio tidak meragukan kemampuan sang pemain.
Hal tersebut cukup menarik karena Baseggio sebelumnya pernah memprediksi Charles De Ketelaere dan Ardon Jashari bakal kesulitan ketika bermain di AC Milan setelah mengamati keduanya saat masih tampil di Liga Belgia. Namun, penilaiannya terhadap Moreira berbeda.
Saya bicara tentang De Ketelaere dan Jashari setelah mengamati mereka di Liga Belgia. Moreira punya pengalaman memiliki lompatan kualitas liga yang lebih kuat daripada Liga Belgia,”
ujar Baseggio.
Menurutnya, pengalaman Moreira bermain di Ligue 1 membuat sang pemain memiliki modal yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan di Italia.
Ligue 1 berbeda dari Liga Belgia dan dia menjalani musim yang bagus pada kompetisi lalu. Saya suka dia. Dia punya kualitas. Hal terbaik dari dirinya adalah dia bisa bermain di kedua sayap walaupun lebih terbiasa di sebelah kiri,”
tambahnya.
Baseggio juga menyoroti karakter permainan Moreira yang dinilai mampu memberikan ancaman dari sisi lapangan.
Dia bisa melakukan cut inside, memiliki kaki kiri yang bagus, melakukan dribel, dan terlibat dalam permainan. Dia dapat menimbulkan kerusakan lewat cara bermainnya dan dia bagus dalam ruang kosong,”
kata Baseggio.
Kemampuan tersebut membuat Moreira memiliki sejumlah opsi untuk dimanfaatkan dalam skema permainan AC Milan.
Main di Enam Posisi
Salah satu keunggulan utama Diego Moreira adalah fleksibilitas posisi. Selama memperkuat Strasbourg, Moreira tercatat telah dimainkan di enam posisi berbeda dalam 76 pertandingan.
Rinciannya adalah 27 kali sebagai bek sayap kiri, 19 kali bek sayap kanan, 13 kali bek kiri, tujuh kali penyerang sayap kiri, enam kali penyerang sayap kanan, dan empat kali sebagai gelandang serang.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa Moreira bukan pemain yang hanya dapat beroperasi di satu posisi.
Di AC Milan, kemungkinan posisi Moreira tidak akan sebanyak ketika memperkuat Strasbourg. Dengan pelatih Ruben Amorim yang diperkirakan menggunakan formasi 3-4-2-1, pemain berusia 22 tahun tersebut berpeluang menjalankan tiga peran berbeda.
Posisi utama Moreira diperkirakan berada sebagai bek sayap kiri. Namun, ia juga dapat dimainkan sebagai salah satu dari dua gelandang serang yang berada di belakang penyerang tengah.
Dalam situasi tertentu, Moreira bahkan bisa digeser ke sisi kanan untuk menjalankan peran sebagai bek sayap kanan.
Fleksibilitas inilah yang membuat perekrutan Diego Moreira terasa seperti mendapatkan tiga pemain sekaligus.
AC Milan tidak hanya memperoleh pemain yang dapat bermain di posisi utamanya sebagai bek sayap kiri, tetapi juga memiliki opsi tambahan di lini serang dan sisi kanan.
Meski harga transfer Moreira menuai kritik, kemampuan teknis, pengalaman di Ligue 1, serta fleksibilitas posisinya membuat pemain Belgia tersebut memiliki potensi menjadi bagian penting dari skuad AC Milan.




















