Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, insentif motor listrik akan mulai berjalan pada September mendatang. Sejumlah persiapan kini tengah dimatangkan oleh pemerintah.
Adapun pemberian insentif untuk kendaraan listrik ini seharusnya berjalan pada Juni 2026, tetapi ditunda hingga Agustus. Namun kini, insentif itu ditargetkan akan berlaku pada September 2026.
Harusnya sih September sudah jalan itu subsidi motor listriknya, akan cepet ya,”
ujar Purbaya di Jakarta Rabu, 19 Agustus 2026.
Koordinasi dengan Kemenperin


Purbaya mengatakan bahwa akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita terkait pelaksanaan pemberian insentif tersebut.
Dia (Menperin) belum bicara sama saya. Nanti saya datangi dia deh besok,”
tuturnya.
Sebelumnya, Purbaya memastikan pemerintah akan tetap memberikan insentif kendaraan listrik. Namun, pemberian insentif dialihkan ke sejumlah perusahaan.
Motor listrik masih ada insentif, nanti tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu,“
ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA Selasa, 21 Juli 2026.
Tunggu Masukan


Purbaya mengatakan saat ini masih menunggu masukan dari Kementerian Perindustrian dan Danantara. Hal ini karena kedua lembaga tersebut yang menentukan penyaluran insentif kendaraan listrik
Saya masih tunggu masukan dari Menperin dan dari Danantara, Pak Sigit (Chief Technology Officer/CTO BPI Danantara) karena dia yang diminta menentukan kemana subsidinya. Untuk mobil juga kita tunggu masukkan,”
ucapnya.
Purbaya memastikan, untuk kuota motor listrik masih akan sama seperti yang direncanakan sebelumnya. Adapun pemerintah akan menyiapkan kuota insentif 100.000 unit sepeda motor listrik, dan 100.000 mobil listrik pada tahun ini.






















