Gempa memang nggak bisa diprediksi kapan datangnya, namun yang bisa kita lakukan yaitu tahu apa yang harus dilakukan ketika guncangan mulai terasa. Soalnya, saat panik, kita justru bisa salah mengambil keputusan.
Jadi, daripada langsung lari tanpa arah, coba ingat beberapa langkah berikut.
1. Jangan Langsung Kabur
Kalau kamu sedang berada di dalam ruangan saat gempa, jangan buru-buru lari keluar. Menurut buku Putting Down Roots in Earthquake Country yang diterbitkan U.S. Geological Survey (USGS) tahun 2005, tindakan yang dianjurkan adalah Drop, Cover, and Hold On.
Artinya, segera turun ke lantai, berlindung di bawah meja atau furnitu yang kokoh, lalu berpegangan sampai guncangan berhenti.
Kalau nggak ada meja di dekatmu, lindungi kepala dan leher dengan kedua tangan dan cari posisi yang jauh dari jendela, lemari tinggi, kaca, atau benda yang berpotensi jatuh.
2. Lindungi Kepala dan Leher
Bagian tubuh yang paling perlu dilindungi saat gempa adalah kepala dan leher. Penelitian tentang perilaku manusia saat gempa juga menunjukkan bahwa tindakan seperti drop and cover serta hold on menjadi salah satu respons perlindungan yang penting.
Jadi, daripada sibuk mencari jalan keluar saat bangunan masih berguncang, cari perlindungan dulu, satu lagi jangan berlindung di dekat lemari, rak, atau benda berat yang gampang roboh. Kelihatannya aman, padahal bisa jadi malah bahaya.
3. Kalau Lagi di Luar, Jauhi Bangunan
Kalau gempa terjadi saat kamu sedang berada di luar, segera menjauh dari gedung, tiang listrik, pohon, papan reklame, dan benda lain yang berpotensi jatuh.
Dalam penelitian tentang kesiapsiagaan gempa di Lombok Timur, menghindari bangunan dan tiang listrik juga termasuk tindakan yang dilakukan responden ketika berada di luar saat gempa.
Cari area yang terbuka dan tetap waspada sampai guncangan berhenti.
4. Kalau Lagi di Mobil, Jangan Langsung Turun
Sedang berkendara ketika gempa? Pelankan kendaraan, menepi di tempat yang aman, lalu berhenti. Hindari berhenti di bawah jembatan, dekat tiang listrik, atau bangunan yang berpotensi runtuh. USGS juga menyarankan tetap berada di dalam kendaraan sampai guncangan selesai.
5. Setelah Gempa, Jangan Langsung Santai
Guncangan berhenti bukan berarti semuanya langsung aman. Gempa susulan masih bisa terjadi, jadi tetap waspada dan bersiap melakukan Drop, Cover, and Hold On lagi jika diperlukan.
Intinya, kalau gempa terjadi jangan panik, lindungi diri dulu, baru pikirkan langkah berikutnya. Mengetahui respons yang tepat bahkan sebelum gempa terjadi bisa membuat kita jauh lebih siap menghadapi situasi darurat.
Kalau selama ini kamu masih suka bingung harus ngapain saat gempa, save artikel ini dan share ke orang terdekat. Siapa tahu suatu hari informasi sederhana ini bisa berguna.










