Gempa bumi dengan kekuatan besar kembali terjadi di sejumlah negara dalam beberapa pekan terakhir. Jepang diguncang gempa magnitudo 6,8 di wilayah Kumamoto pada 28 Juli 2026.
Tak lama kemudian, gempa magnitudo 7,4 melanda wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus 2026 dan menjadi salah satu gempa terkuat yang melanda negara tersebut dalam beberapa dekade terakhir.
Indonesia juga mengalami gempa kuat. Pada 15 Agustus 2026, gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah dan sempat memicu peringatan tsunami.
Fenomena tersebut kembali mengingatkan bahwa sejumlah negara berada di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi. Jepang dan Indonesia merupakan bagian dari kawasan Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.
Lantas, apa sebenarnya Ring of Fire dan mengapa kawasan ini memiliki aktivitas gempa serta gunung api yang begitu tinggi? Dilansir dari laman U.S Geologival Survey (USGS), berikut adalah penjelasannya.
Ring of Fire
Ring of Fire atau Cincin Api merupakan jalur di sepanjang Samudra Pasifik yang dikenal memiliki aktivitas gempa bumi dan gunung api yang tinggi. Kawasan ini membentang sekitar 40.000 kilometer dan berbentuk menyerupai tapal kuda, bukan lingkaran sempurna.
Sekitar 90 persen gempa bumi di dunia terjadi di sepanjang Ring of Fire. Kawasan ini juga menjadi lokasi sekitar 75 persen gunung api aktif di Bumi, dengan lebih dari 450 gunung api tersebar di sepanjang jalurnya.
Ring of Fire membentang dari bagian selatan Amerika Selatan, menyusuri pesisir Amerika Utara, melewati Selat Bering, Jepang, Asia Tenggara, hingga Selandia Baru.
Gempa dan Gunung Api
Tingginya aktivitas gempa dan gunung api di Ring of Fire berkaitan erat dengan pergerakan lempeng tektonik. Lempeng tektonik merupakan bagian besar dari kerak Bumi yang terus bergerak di atas lapisan mantel.
Pergerakan tersebut dapat terjadi dengan beberapa cara. Lempeng bisa saling bertabrakan, bergerak menjauh, atau bergeser secara horizontal. Interaksi inilah yang kemudian memicu berbagai aktivitas geologis, termasuk gempa bumi dan pembentukan gunung api.
Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di kawasan Ring of Fire. Posisi ini berkaitan dengan kondisi geologi Indonesia yang berada di sekitar pertemuan sejumlah lempeng tektonik.
Jalur aktivitas tektonik tersebut membentang di berbagai wilayah Indonesia, termasuk sepanjang sisi barat dan selatan Sumatra, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki banyak gunung api aktif sekaligus menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi gempa bumi tinggi.
Gunung Api Aktif
Salah satu ciri paling mudah dikenali dari Ring of Fire adalah keberadaan ratusan gunung api. Sebagian besar gunung api aktif di kawasan ini berada di sisi barat, mulai dari Semenanjung Kamchatka di Rusia, Jepang, Asia Tenggara, hingga Selandia Baru.
Krakatau juga menjadi salah satu gunung api yang berkaitan dengan Ring of Fire. Letusan dahsyat Krakatau pada 1883 menjadi salah satu peristiwa vulkanik paling terkenal dalam sejarah.
Bumi Terus Bergerak
Ring of Fire menunjukkan bahwa permukaan Bumi bukanlah sesuatu yang benar-benar diam. Lempeng tektonik terus bergerak, meskipun pergerakannya berlangsung sangat lambat.
Interaksi antarlempeng tersebut dapat menghasilkan gempa bumi, membentuk pegunungan, menciptakan palung laut, hingga memunculkan gunung api.
Itulah sebabnya wilayah yang berada di sepanjang Ring of Fire perlu memiliki sistem pemantauan dan mitigasi bencana yang baik.
Bagi Indonesia, memahami Ring of Fire bukan sekadar mengenal jalur gunung api dunia. Pengetahuan ini juga penting untuk memahami mengapa gempa bumi dan aktivitas vulkanik menjadi bagian dari kondisi geologis yang perlu diwaspadai.





















