Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 20 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Megapolitan / Kebakaran TNBTS Bisa Makin Parah, Pakar IPB Ungkap Titik Rawan yang Harus Diwaspadai
Megapolitan

Kebakaran TNBTS Bisa Makin Parah, Pakar IPB Ungkap Titik Rawan yang Harus Diwaspadai

Syifa FauziahRahmat Tunny OWRITE
Last updated: Agustus 20, 2026 6:22 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
2 jam lalu
Share
Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
SHARE

Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University Prof. Bambang Hero Saharjo menilai kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membutuhkan sistem pengendalian yang lebih kuat karena kondisi geografis, vegetasi kering, serta perubahan arah dan kecepatan angin dapat mempercepat penjalaran api. 

Pemantauan terhadap indikasi terjadinya kebakaran harus dilakukan sedini mungkin dan sepasti mungkin. Tujuannya untuk menghentikan seluruh potensi api yang akan berkembang menjadi api besar,”

kata Prof Bambang dikutip dari laman IPB University, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurutnya, karakter medan TNBTS berbeda dengan kawasan lain. Sejumlah wilayah yang rentan terbakar memiliki area terbuka dengan ketersediaan bahan bakar berupa vegetasi kering dalam jumlah besar.

Karhutla Mengganas di Kalimantan hingga Bromo, Ini Kata Istana

Ketika api bergerak menuju wilayah berlereng dan mendapat dukungan angin, penjalarannya dapat berlangsung lebih cepat. 

Kondisi itu membuat api semakin sulit dikendalikan, terutama jika sarana pemadaman yang tersedia terbatas.

Kondisi geografis TNBTS yang menyerupai bentuk kuali turut memengaruhi pola penjalaran api. Perubahan arah dan kecepatan angin dapat membuat pergerakan api sulit diprediksi. Kondisi tersebut semakin berisiko ketika bahan bakar berupa vegetasi kering tersedia dalam jumlah besar,”

ungkapnya.

Karena itu, Prof Bambang menilai pengendalian kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan satu metode. Pemadaman darat dan udara perlu dikombinasikan sesuai kondisi lapangan dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Penggunaan helikopter pun harus dilakukan secara tepat. Menurutnya, hembusan angin dari helikopter perlu diperhitungkan agar tidak justru memicu munculnya titik api baru.

Selain kesiapan peralatan, peningkatan kemampuan personel juga diperlukan. Masyarakat yang turut terlibat dalam pemadaman harus dibekali pengetahuan dasar mengenai penanganan kebakaran agar tindakan di lapangan tidak memperbesar api.

Baca juga:
Karhutla Kembali Mengganas, DPR Usul Status Bencana Nasional dan Bentuk… Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas di sejumlah daerah sehingga mendapat…
BNPB Ungkap Karhutla Masih Mengintai, 6 Provinsi Jadi Prioritas Penanganan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan bencana pada periode 15-16 Agustus…
Pidato Prabowo Disorot, Pantau Gambut Ungkap Lonjakan Titik Panas hingga… Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pertumbuhan ekonomi dan investasi yang disebut harus…
  • Karhutla Kembali Mengganas, DPR Usul Status Bencana Nasional dan Bentuk Badan Khusus
  • BNPB Ungkap Karhutla Masih Mengintai, 6 Provinsi Jadi Prioritas Penanganan
  • Pidato Prabowo Disorot, Pantau Gambut Ungkap Lonjakan Titik Panas hingga 4.220 di…

Prof Bambang juga mengingatkan bahwa api yang telah padam belum berarti kawasan sepenuhnya aman. Pemantauan pascakebakaran tetap diperlukan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali berkembang.

Jika kebakaran meluas, dampaknya tidak hanya berupa kerusakan vegetasi, tetapi juga dapat menyebabkan hilangnya tutupan permukaan, meningkatkan pemanasan permukaan, dan mengganggu proses pemulihan ekosistem.

Risiko tersebut menjadi perhatian karena TNBTS memiliki vegetasi khas di berbagai ketinggian, mulai dari puspa, rasamala, dan saninten di zona pegunungan bawah hingga cemara gunung, edelweis Jawa, dan cantigi di zona pegunungan atas.

Pengendalian kebakaran harus dilakukan secara sungguh-sungguh, mulai dari pencegahan, pemadaman, hingga penanganan pascakebakaran. Kebakaran besar tahun 2023 semestinya menjadi cermin untuk melakukan perubahan agar kejadian serupa tidak berulang,”

tandasnya.
Tag:IPBKarhutlaKebakaran hutanProf. Bambang Hero SaharjoTaman Nasional BromoTNBTS
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prabowo Belum Bisa Lepas dari Bayang-bayang Jokowi, Ini Penyebabnya
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
1
Aston Villa Buka Era Baru dengan Zion Suzuki, Emiliano Martinez Terancam Kehilangan Posisi
By Hadi Febriansyah
Kiper Timnas Jepang Zion Suzuki saat berkostum Parma.
2
Baru Tumbuh 1,26 Persen, BI Sentil Bank yang Pelit Salurkan Kredit UMKM
By Anisa Aulia
Calon Tunggal Gubernur BI, Destry Damayanti. (Sumber: IG @destrydamayanti)
3
Polda Metro “Lompat” ke Bogor, Ahli Soroti Yurisdiksi Penggeledahan Rumah Febrie
By Rahmat Baihaqi
Ahli hukum tata negara Universitas Tarumanagara, Rasji, dihadirkan sebagai saksi ahli kubu eks Jampidsus Febrie Adriansyah dalam gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 20 Agustus 2026.
4
601 Kecelakaan Kapal, 239 Korban Meninggal: DPR Sorot “Mesin Pembunuh di Laut”
By Rika Pangesti
Suasana rapat kerja Komisi V DPR bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Kereta Rel Listrik (KRL) berhenti dengan latar belakang gedung bertingkat di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Megapolitan

KRL Tertemper di Dua Lintas, 10 Perjalanan Bogor-Tangerang Terlambat Lebih dari 1 Jam

Direktur KAI Commuter Purnomo Sidi menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan Commuter…

Syifa FauziahRahmat Tunny OWRITE
By
Syifa Fauziah
Rahmat Tunny
1 jam lalu
Kereta Rel Listrik (KRL) berhenti dengan latar belakang gedung bertingkat di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Megapolitan

Pagi Berujung Gulita: Siswa SMA Tewas Tertemper KRL di Kalideres

DK, seorang siswa SMA berusia 18 tahun, tewas di tempat setelah tertabrak…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
5 jam lalu
Penumpukkan penumpang KRL yang terjadi di Stasiun Bojonggede, Kabuoaten Bogor, Jawa Barat.
Megapolitan

Dua Orang Tewas Tertemper KRL, Calon Penumpang Menumpuk di Sejumlah Stasiun

Dua peristiwa kecelakaan yang berakibat pada hilangnya nyawa terjadi di dua perlintasan…

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
6 jam lalu
Ilustrasi pembawa sajam dalam unjuk rasa.
Megapolitan

Pisau dari KKN, Golok di Ambulans: Polisi Pulangkan Dua Orang dari Demo BEM UI

Polda Metro Jaya turut memulangkan seorang mahasiswa dan sopir ambulans yamg sempat…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up