Polda Metro Jaya turut memulangkan seorang mahasiswa dan sopir ambulans yamg sempat datang demonstrasi BEM UI di sekitar Hotel Indonesia, Jakarta.
Kepolisian menangkap keduanya karena si mahasiswa membawa pisau dan sopir ambulans menyimpan sebilah golok di dalam kendaraannya.
“Tadi malam kami menyampaikan ada satu bilah pisau dan satu buah golok. Ini juga terhadap dua orang, satu orang bagian dari aksi dan satu orang sopir ambulans. Mereka sudah dipulangkan,”
ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Kamis, 20 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, mahasiswa mengaku pisau tersebut tidak sengaj terbawa usai ia menjalani program kuliah kerja nyata (KKN).
“Untuk satu bilah pisau diyakini yang bersangkutan terbawa di dalam tas, karena setelah pelaksanaan kegiatan kuliah kerja nyata,”
ujar Budi.
Untuk Keamanan Diri?
Sementara untuk sopir ambulans mengaku menyimpan sebilah golok di dalam kendaraannya karena “dibekali” oleh perusahaan.
“Untuk sopir ambulans ini memang dibekali dari perusahaan ambulans mulai dari Sukabumi ke Jakarta, tetapi tidak digunakan untuk hal-hal lain (yang berbahaya),”
kata Budi.
Selain mereka, polisi sempat menangkap 21 orang terduga perusuh saat aksi mahasiswa tersebut. Polisi menyita petasan hingga botol yang diduga bakal dijadikan media bom molotov.
Meski begitu, polisi memutuskan untuk memulangkan mereka setelah mengedukasi sebagai langkah penindakan secara preemtif.

























