Kalau tiap hari menu makan isinya ayam lagi, ayam lagi, lama-lama bukan cuma bosan, lihat dada ayam aja rasanya pengen skip. Padahal, protein nggak cuma bisa didapat dari ayam.
Menurut USDA Dietary Guidelines, sumber protein cukup beragam, mulai dari telur, seafood, kacang-kacangan, produk kedelai, sampai biji-bijian. Jadi, sebenarnya pilihan buat ganti-ganti menu cukup banyak.
Nah, kalau kamu lagi butuh inspirasi, coba beberapa pilihan ini.
- Telur
Telur mungkin jadi pilihan paling gampang. Bisa direbus, dibuat telur dadar, scrambled egg, atau dicampur ke makanan lain. Satu butir telur juga termasuk dalam satu ounce-equivalent kelompok makanan berprotein menurut USDA.
- Ikan
Mau tetap makan protein hewani tapi bosan ayam? Ikan bisa jadi jawabannya. Salmon, tuna, sarden, nila, sampai kembung bisa masuk menu. Selain protein, beberapa jenis ikan juga mengandung asam lemak omega-3.
- Udang
Buat yang suka seafood, udang bisa jadi alternatif yang gampang diolah. Mau ditumis, dibakar, atau dicampur ke nasi goreng, tetap enak. Yang penting cara masaknya juga diperhatikan supaya nggak berubah jadi “protein + minyak segalon”.
- Tempe
Ini dia local hero yang sering diremehkan. Tempe termasuk produk kedelai yang masuk kelompok makanan berprotein. Digoreng boleh, tapi kalau ingin pilihan yang lebih ringan, tempe juga bisa ditumis, dipanggang, atau dimasak dengan sedikit minyak.
- Tahu
Tahu juga nggak kalah fleksibel. Mau jadi lauk, campuran sup, tumisan, bahkan camilan pun bisa. Produk kedelai seperti tahu dan tempe memang termasuk sumber protein yang direkomendasikan dalam panduan makan.
- Kacang-kacangan
Kacang merah, kacang hitam, lentil, chickpea, sampai edamame bisa jadi pilihan. Selain protein, kelompok kacang-kacangan juga menyediakan serat dan berbagai zat gizi lainnya.
- Yogurt
Kalau mau protein yang bisa masuk ke menu sarapan atau snack, yogurt bisa dicoba. Pilih yogurt tanpa tambahan gula berlebihan supaya nggak terasa seperti dessert berkedok makanan sehat.
Intinya, protein nggak harus selalu ayam. Justru mengganti-ganti sumber protein bisa bikin makanan lebih variatif dan nggak berujung pada fase “ayam lagi? gue nggak sanggup.”
Jangan lupa share artikel ini dan follow Instagram @sefruitmedia untuk informasi menarik lainnya, ya!










